| After Sales |
Chrysler memiliki satu divisi yang menangani perencanaan dan maintenance aplikasi yang mendukung kegiatan layanan purna jual seluruh brand Chrysler. Dan hal itulah yang membuat saya sangat tertarik dengan divisi ini. Keberadaan divisi ini menunjukkan bahwa Chrysler menempatkan isu layanan purna jual sebagai hal yang sangat penting. Mereka percaya bahwa kepuasan pelanggan terhadap produk Chrysler harus selalu ditingkatkan agar sesuai dengan harapan pelanggan dan pada akhirnya membuat pelanggan setia menggunakan produk Chrysler atau bahkan membantu mempromosikannya.
Aplikasi dibuat untuk mempermudah para pelanggan, end user dan dealer untuk mendapatkan layanan purna jual yang terbaik, termasuk garansi dan penyediaan barang (yang merupakan keahlian Mopar). Beberapa hal yang dilakukan Chrysler untuk layanan purna jual adalah 1) pengadaan call center, 2) help desk (web-based application dan main frame) untuk para dealer.
Di Indosat sendiri, tempat saya bekerja, pelayanan purna jual juga selalu ditingkatkan untuk mempertahankan loyalitas pelanggan terlebih saat ini ketika kompetisi semakin ketat dan pelanggan dapat dengan mudah berganti ke provider lain. Layanan purna jual menjadi salah satu wujud komitmen perusahaan untuk selalu berupaya memberikan manfaat lebih kepada setiap pelanggan. Moto ini adalah salah satu brand promise Indosat yang harus selalu memberikan layanan personal kepada pelanggan dan sudah mendarah daging dalam setiap diri karyawan sebagai pelaku perusahaan.
Beberapa contoh yang Indosat lakukan adalah menajemen pelayanan di call center (untuk pelanggan retail/selular) dan help desk (untuk pelanggan MIDI). Khusus untuk pelanggan corporate Indosat memiliki account manager yang berperan sebagai SPOC (Single Point of Contact). Majalah Marketing di Indonesia memberikan gelar gelar ‘The Best Call Center’ bagi Indosat untuk kategori terbaik di segmen perusahaan telekomunikasi. Hal ini membuat saya semakin yakin bahwa layanan purna jual harus didukung dengan aplikasi yang canggih dan terintegrasi secara keseluruhan.
| Michigan |
Michigan terkenal sebagai kota otomotif karena terdapat tiga perusahaan besar otomotif di kota ini, yaitu General Motor, Ford dan Chrysler. Di Michigan inilah, tepatnya di Auburn Hills, saya akan melakukan mentorship yang merupakan lokasi Headquarters atau markas Chrysler.
Chrysler adalah salah satu perusahaan otomotif internasional. Perusahaan ini memiliki empat brand besar yaitu Chrysler, Jeep, Dodge, serta Mopar yang merupakan brand untuk aksesoris dan mobil. Dulu, Daimler merjer dengan Chrysler dengan membeli sebagian besar sahamnya dan dikenal dengan Daimler Chrysler. Tapi sekarang keduanya berdiri secara independen dan Daimler hanya memiliki 20% saham Chrysler.
Chrysler memiliki simbol perusahaan yang diberi nama Pentastar yang berbentuk seperti bintang dengan lima sudut (penta=segilima). Pentastar memiliki lima arti utama:
Selama program mentorship ini, Jan Bertsch akan menjadi mentor saya. Dia adalah Vice President & Chief Information Officer Chrysler LLC – ITM (Information Technology Management) Division, divisi tempat sebagian besar kegiatan mentorship saya berlangsung. ITM terbagi dalam dua bagian besar yakni bagian penanganan aplikasi (ADM) dan bagian penanganan infrastruktur (ITI). Pada dasarnya kedua bagian memiliki tujuan akhir yang sama yakni menyediakan fasilitas teknologi berupa aplikasi dan infrastruktur untuk membantu unit-unit lainnya dalam pekerjaannya.
Langkah Menjadi Pemimpin Wanita yang Sukses:
Para pemimpin wanita Amerika yang hadir pada saat itu bercerita tentang perjalanan karier mereka, pandangan tentang wanita sukses, dan juga saran-saran untuk menjadi seorang pemimpin wanita yang sukses. Beberapa hal penting yang saya dapat adalah sebagai berikut :
Salah satu isu penting yang juga didiskusikan, adalah bagaimana membuat keseimbangan dalam kehidupan wanita, yakni antara mencapai suatu kesuksesan dan dalam menjalani kewajiban sebagai ibu dan istri.
Selama masa orientasi ini, kami berkesempatan mengunjungi White House dan Capitol Hill. Yang terlihat oleh saya dari kunjungan ini adalah bagaimana rakyat Amerika sangat menjaga dan bangga terhadap perjalanan sejarah Negara mereka.
Acara Washington :
Hari Kedatangan (Washington, 26 April 2008): Kesan pertama saya saat pertama kali tiba di Amerika, segalanya terlihat sangat ketat terhadap para pendatang asing. Para petugas Bandara Dulles di Washington sangat ingin mengetahui secara terperinci data pribadi setiap para pendatang asing. Kesan kedua saya ketika melihat kotanya, semuanya tertata secara teratur. Menurut saya mereka mempunyai perencanaan tata kota yang sangat baik. Sejenak saya berharap kota-kota di Indonesia dapat membuat hal seperti ini.
Pertemuan Pertama (Washington, 27 April 2008): Pada pertemuan pertama dengan para peserta, 35 peserta dari 23 negara mengenalkan diri mereka masing-masing. Mereka datang dari berbagai profesi, mulai dari bekerja di suatu perusahaan, memiliki usaha sendiri, maupun bekerja untuk sebuah LSM. Pada kesempatan yang sama, disampaikan pula bahwa tujuan dari program ini adalah untuk memotivasi para wanita untuk menjadi sukses di bidangnya masing-masing dan memiliki “sense of leadership”, yang dapat memberikan kontribusi di dalam komunitasnya.
Orientasi (Washington, 28-30 April 2008): Selama masa orientasi, kami bertemu dan berdiskusi dengan para "Successful American Women" dari berbagai bidang pekerjaan dan keahlian. Diantaranya ialah para pemimpin politik, pengusaha, wartawan, pejabat senior Departemen Luar Negeri, pembimbing FORTUNE, Duta Besar Wanita, dan yang paling mengejutkan ialah kehadiran Dr. Condoleezza Rice, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat.
Pertemuan dengan Ambassador Hume
Pertemuan dengan Ambassador Hume pada hari Senin, 21 April 2008. Saya bercerita bahwa saya akan melakukan mentorship di perusahaan Chyrsler dan yang akan menjadi mentor saya adalah Mrs. Jan Bertsch, Vice President dan Chief Information Officer di Chrysler dan salah satu wanita karir yang sangat sukses. Saya ungkapkan bahwa program akan memberikan kesempatan untuk belajar kepada saya dalam mencapai suatu kesuksesan. Dan saya mencoba membagi pengalaman dan knowlegde selama mengikuti program ini kepada siapapun sehingga akan banyak orang yang mendapatkan manfaat dari program ini. Dan Ambassador Hume menanggapinya dengan sangat positif.