Website Resmi Kedutaan  Besar Amerika Serikat di Jakarta, Indonesia


 


 

PUBLIC AFFAIRS SECTION


(TERJEMAHAN TIDAK RESMI)

Dukungan terhadap Hak Asasi Manusia dan Demokrasi:  Catatan A.S. 2004 - 2005

 Public Affairs Section 

(Bagian I)

3 Juni  2005


 

 

Pengantar 

Tahun yang lalu telah menyaksikan apa yang kita harapkan merupakan suatu perubahan dramatis dalam tata dunia. Partisipasi rakyat Palestina, Afganistan dan Irak dalam pemilihan umum serta "Revolusi Jingga" di Ukraina merupakan contoh-contoh aspirasi universal dari semua orang untuk membuat suara mereka didengar dan untuk mengatur diri mereka sendiri.

Saat ini, lebih dari limapuluh juta orang yang hidup di bawah rejim-rejim kejam di Afganistan dan Irak sedang berada di jalan menuju demokrasi.

Presiden Afganistan Hamid Karzai sedang memimpin bangsanya yang dikoyak perang maju kedepan, setelah 23 tahun dalam konflik dan ketidakstabilan.

Irak telah mengambil langkah-langkah awal untuk bergabung dengan masyarakat demokrasi yang sedang tumbuh di dunia. Di Irak kita menyaksikan warga - meskipun ada ancaman kekerasan teroris - memberikan suara untuk memastikan bahwa suara mereka didengar untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade. Di tempat lain, para pemilih Palestina mengganti kepemimpinan yang kolot dengan suatu kepemimpinan yang mencari damai dengan para tetangganya, dan menyelenggarakan pemilihan tingkat kota untuk pertama kali sejak tahun 1976.

Di wilayah dunia yang lain, orang Ukraina membuktikan bahwa mereka tidak akan berpihak kepada suatu pemilihan umum yang curang dan tercuri. Hasil akhirnya adalah suatu pemilihan presiden yang mencerminkan keinginan rakyat.

Apa yang digambarkan secara grafis oleh peristiwa-peristiwa dramatis tersebut adalah bahwa warga bangsa-bangsa di seluruh dunia sama-sama memiliki keinginan untuk hidup di dalam masyarakat yang bebas, yang dibangun di atas suatu komitmen yang dalam terhadap martabat setiap individu dan penghargaan terhadap hak asasi manusia. Walaupun kebebasan dan hak individu dapat ditindas dalam suatu kurun waktu oleh rejim-rejim yang otoriter dan korup, sejarah menunjukkan kepada kita bahwa kemajuan menuju demokrasi tidak dapat dihindari dan mendorong dukungan kita terhadap hak-hak yang tidak dapat dicabut dari orang-orang yang mencintai kebebasan di mana-mana.

Laporan tahunan ini melukiskan strategi kami untuk mempromosikan demokrasi dan hak asasi manusia di seluruh dunia dalam tahun 2004 dan 2005, dan kebijakan serta program pelaksanaanya. Program-program demokrasi dan tata pemerintahan memberikan bantuan teknis serta bantuan lain untuk mendukung penguatan kemampuan kepemerintahan serta mengembangkan negara-negara dan isnstitusi-institusi demokrasi yang responsif dan bertanggung jawab kepada warga negaranya. Baru-baru ini Presiden di dalam Pidato Pelantikanya yang ke dua dan dalam pidatonya di hadapan Kongres, telah meletakkan suatu kebijakan yang mendukung gerakkan-gerakkan demokrasi di setiap bangsa dan budaya, yang tujuan akhirnya untuk mengakhiri tirani di dunia kita.

Kami mengakui bahwa masing-masing negara memiliki sejarah dan tradisi-tradisi yang unik yang akan menentukan bentuk pencarian mereka akan kebebasan. Namun, apapun jalan atau langkahnya, Amerika Serikat siap untuk berdiri dipihak mereka yang mencari kebebasan bagi diri mereka sendiri dan sesama warga negara mereka.

Pembelaan hak asasi manusia merupakan suatu tanggung jawab universal. Kita semua harus menjadi pembela hak asasi manusia. Saya menggunakan kesempatan ini untuk memberi hormat kepada mereka yang berjuang untuk kebebasan dan kemerdekaan pribadi, di manapun Anda berada. Anda masing-masing memainkan peranan yang penting dalam membangun dunia yang menghormati martabat dan persamaan hak yang melekat dan tidak dapat dicabut dari setiap orang. Kerja Anda merupakan suatu inspirasi bagi kita semua. 


Condoleezza Rice 
Menteri Luar Negeri

> > Strategi Hak Asasi Manusia dan Demokrasi Amerika Serikat 

 

 

 

 

Home Page Kedutaan AS
Pusat Informasi Kedutaan AS | Informasi Visa | American Citizen Services

Ke atas | Umpan balik

Link ke situs Internet yang bukan milik pemerintah Amerika bukan berarti bahwa pemerintah Amerika menyetujui sudut pandang organisasi tersebut.