14 April 2008
Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS Membahas Upaya Kolaboratif AS-Indonesia untuk Memerangi Wabah Penyakit Menteri Mike Leavitt dari Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan (HHS) Amerika Serikat hari ini bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan sejumlah pejabat tinggi pemerintah RI lainnya untuk mengevaluasi upaya-upaya memerangi malaria, polio, tuberkulosis dan HIV/AIDS di Indonesia yang didukung AS; program-program penelitian gabungan AS-Indonesia; serta mengevaluasi kemajuan Indonesia dalam mempersiapkan diri menghadapi pandemi influenza. Menteri Leavitt juga menyampaikan keprihatinannya atas kebijakan pengiriman sampel virus influenza Indonesia serta menekankan dukungan pemerintah Amerika Serikat terhadap upaya-upaya yang dilakukan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk meningkatkan ketersediaan vaksin influenza dan harapan kami untuk menghindari halangan-halangan terhadap pengiriman sampel virus influenza. Walaupun kedua belah pihak mendiskusikan gagasan-gagasan atas berbagai aspek tentang sistem influenza WHO, mereka tidak mencapai kesepakatan khusus atas berbagai isu, termasuk Kesepakatan Pengiriman Materi dan standarisasi kondisi dan ketentuan untuk pengiriman sampel virus. Pemerintah Amerika Serikat mengharapkan dimulainya kembali perundingan dalam kerangka WHO pada akhir tahun ini. Menteri Leavitt menekankan pentingnya upaya Presiden Bush mengutamakan hubungan Amerika Serikat dengan Indonesia dan mengevaluasi upaya-upaya kolaboratif antara AS dan Indonesia untuk memerangi penyakit. Hal ini mencakup tapi tidak terbatas pada: · Melalui HHS Centers of Disease Control and Prevention bekerjasama dengan WHO dan United Nations Children’s Fund (UNICEF), berupaya memberantas polio, menekan angka kematian akibat campak, dan menggalakkan program imunisasi secara rutin di Indonesia. · Pendanaan dan dukungan dari HHS and mitra kerja lain Pemerintah Amerika Serikat termasuk Badan Pembangunan Internasional Pemerintah AS (USAID) untuk membantu Indonesia bersiap dan mengatasi kemungkinan ancaman wabah flu (burung) H5N1 pada manusia, jika virus mengalami mutasi. AS mengalokasikan 7,9 juta dollar AS untuk tujuan ini pada tahun anggaran 2006 dan berkomitmen untuk menambah sumber daya untuk melakukan pengamatan dan penanganan, mendukung laboratorium Influenza Nasional, pelatihan, dan kunjungan lapangan. · Dukungan kegiatan pengamatan terhadap penyakit melalui Early-Aberration Reporting System, sebuah perangkat lunak yang akan membantu operator memberikan masukan dan menganalisis tanda-tanda dan gejala-gejala pasien, dan melaporkannya kepada fasilitas perawatan medis dengan dugaan penyakit infeksi. · Program Sistem Air Bersih di Indonesia yang didanai oleh Badan Pembangunan Internasional Pemerintah AS (USAID) yang bertujuan untuk memberdayakan keluarga dalam menjaga dan menyimpan air minum secara aman, dan untuk meningkatkan kesadaran mencuci tangan dan perilaku higienis lainnya. · Guna mengatasi masalah HIV/AIDS di Indonesia, melalui program darurat inisiatif presiden untuk penanggulangan AIDS, Pemerintah Amerika Serikat membantu mendanai upaya dukungan jangka panjang untuk menciptakan sistem penanganan HIV/AIDS nasional secara komprehensif di Indonesia dan penanganan yang efektif untuk mencegah terjadinya penularan, serta perawatan dan pengobatan mereka yang terkena HIV/AIDS. Amerika Serikat juga merupakan pemberi dana terbesar dalam Dana Global untuk memerangi AIDS, tuberkulosis, dan malaria, yang mana telah memberikan enam hibah kepada Indonesia sejak tahun 2002, dua diantaranya untuk HIV/AIDS, tuberkulosis, dan malaria, dengan total hampir sejumlah 200 juta dolar AS dalam waktu lebih dari lima tahun. Departemen Kesehatan RI melaporkan terdapat 2873 kasus AIDS pada 2006, lebih dari setengah jumlah total kasus pada 17 tahun sebelumnya. Menteri Leavitt juga menyatakan keinginan Amerika Serikat untuk memperluas upaya kerjasama AS-Indonesia untuk memerangi penularan virus H5N1 dan menyatakan keprihatinannya mengenai kebijakan yag diambil oleh Indonesia dalam pengiriman sampel virus influenza. Menteri Leavitt mengingatkan bahwa masyarakat global sedang bersiap menghadapi kemungkinan pandemik influenza global akibat mutasi H5N1 yang sangat patogenik dan menentang adanya rintangan, seperti pemberian royalti atau pembayaran untuk sampel virus flu, dalam pengiriman sampel. Menteri Leavitt terakhir mengunjungi Indonesia pada Oktober 2005.
Untuk
informasi lebih jauh tentang Kedutaan Besar Amerika Serikat, silahkan
kunjungi situs kedutaan
http://jakarta.usembassy.gov/. Untuk informasi lebih jauh tentang
upaya-upaya kesiapan Amerika Serikat terhadap kemungkinan pandemik
influenza, silakan kunjungi
www.pandemicflu.gov.
Untuk keterangan lebih lanjut tentang Kedutaan Besar AS di Jakarta silakan kunjungi situs Kedubes AS di http://jakarta.usembassy.gov/.
# # # |
|
Home Page Kedutaan AS Link ke situs Internet yang bukan milik pemerintah Amerika bukan berarti bahwa pemerintah Amerika menyetujui sudut pandang organisasi tersebut. |