Konferensi Pers oleh
Dr. Watson: Saya akan singkat saja. Saya akan menjawab pertanyaan Anda. Saya hanya ingin mengulangi apa yang telah saya katakan hari Senin lalu ketika konferensi ini dibuka bahwa Amerika Serikat berada di sini untuk bekerjasama secara konstruktif. Kami menginginkan sebuah Peta Jalan Bali yang akan meyiapkan proses perundingan yang akan selesai pada tahun 2009. Seperti Anda ketahui, kami telah menerima panduan pada Sabtu malam lalu. Siang ini, kami akan mempelajari panduan tersebut dan kemungkinan kita akan bekerja sampai larut. Namun, kami tetap berharap dapat ikut serta dalam pembahasan tersebut. Dengan begitu, sekarang saya persilakan Anda mengajukan pertanyaan. Tanya: Tentang panduan tadi, dapatkan Anda jelaskan mengapa AS tidak bersedia menerima angka target pengurangan sebesar 25-40 persen pada 2020? Dan saya ketahui bahwa Jepang juga berada di posisi yang sama seperti Anda sekarang ini. Tapi apakah Anda juga melihat ada negara lain yang turut bergabung dengan Anda dalam hal ini…? Dr. Watson: Terima kasih untuk pertanyaannya. Pertama-tama, kami belum mulai menjajaki seluruh isi panduan, jadi saya tidak tahu negara mana… Saya tahu bahwa Jepang menunjukkan keberatan akan hal tersebut. Keberatan utama kami terhadap angka berapa pun dalam panduan pertama-tama adalah karena nantinya hasilnya akan berbeda. Kami mengharapkan panduan yang ringkas, langsung ke permasalahan, berimbang, mempertimbangkan kebutuhan semua pihak, dan yang hasilnya tidak jauh berbeda dari yang mungkin akan muncul di akhir proses perundingan selama dua tahun tersebut. Tanya: Yvo de Boer baru saja di sini dan berkata bahwa ia mengharapkan bahwa angka 25-40 persen tetap dimasukkan jika semua telah disetujui dan dilakukan. Saya ingin tahu tanggapan Anda: bagaimana harapan Anda semua ini dapat bergerak maju? Dr. Watson: Ya, sebenarnya saya baru saja berbicara dengan Yvo dan dia menyatakan hal itu kepada saya. Saya juga menyatakan pandangan kami, dan Anda akan mengetahuinya nanti begitu kami selesai membahas panduan tersebut. Namun saya pikir kami tidak akan sendirian mengalami masalah menentukan angka yang dimaksud. Tanya: Dapatkah Anda jelaskan sedikit, tadi Anda mengatakan ‘ringkas dan langsung ke permasalahan’ yang Anda inginkan dari panduan tadi, tapi apakah Anda bisa menjelaskan secara lebih nyata apa yang AS harapkan dari hasil konferensi ini sehubungan dengan Peta Jalan Bali. Apa arti dan makna yang diharapkan dari dokumen tersebut? Dr. Watson: Begini, secara spesifik, kami tentunya ingin mengetahui landasan yang ada. Dan menurut saya, ada konsensus dalam hal mitigasi, adaptasi, teknologi, dan keuangan. Harus ada sesuatu yang lebih rinci di bawah tingkatan tersebut, sekali lagi tentunya tanpa text yang akan menilai atau menentukan terlebih dulu apa yang akan dihasilkan di akhir proses. Kami juga ingin melihat terbentuknya sebuah komite negosiasi yang resmi yang memiliki kekuasaan untuk melakukan perundingan selama dua tahun yang berakhir pada tahun 2009. Tentunya, kami berpendapat gagasan mengevaluasi tujuan jangka panjang bersama, yaitu tujuan untuk mengurangi emisi, harus menjadi komponen penting dari upaya tersebut dan menjadi komponen penting yang dituntun oleh Laporan ke-4 Penilaian IPCC, dll. Tapi kami pikir, kami dapat menyederhanakan panduan ini. Hampir semua delegasi yang saya temui percaya bahwa hal itu terlalu rumit dan memakan waktu mengingat terbatasnya waktu yang kita miliki untuk melakukan negosiasi. Tapi itu akan memakan waktu lama lagi. Pertanyaan: Bagaimana dengan hal kewajiban bagi negara-negara berkembang? Ada kata-kata pada bagian pembukaan yang mengatakan bahwa negara-negara berkembang harus melakukan sesuatu berkaitan dengan mitigasi. Apakah AS dapat menerima hal ini atau Anda mengharapkan perubahan pada bagian tersebut? Dr. Watson: Kami mengharapkan sebuah text yang dapat diterima semua pihak. Saya tidak akan mencoba merinci di sini, tapi kami tidak ingin menghadapi situasi yang terbelah seperti yang kami alami sampai saat ini. Kami rasa diperlukan sebuah proses yang melibatkan pembicaraan dengan semua pihak konvensi yang mengakui prinsip-prinsip tanggung jawab dan kapabilitas masing-masing bersama meskipun berbeda. Kami tidak mengharapkan semuanya melakukan hal yang sama persis, kami percaya perundingan ini harus melibatkan semua pihak. Pertanyaan: Beberapa pertanyaan singkat saja. Beberapa minggu yang lalu, Anda mengatakan bahwa masalah keuangan jelas menjadi hal yang sangat penting. Saya ingin mendapatkan gambaran dari perspektif Anda tentang bagaimana hal-hal seperti penghapusan bea masuk untuk transfer teknologi dapat berjalan atau apakah itu masih menjadi sesuatu yang akan Anda upayakan di luar UNFCCC, misalnya melalui WTO? Kedua, John Baird, Menteri Lingkungan Hidup Kanada pada Sabtu malam lalu berbicara kepada saya dan ia mengatakan bagaimana kita bisa membuat AS menerima ketentuan emisi yang mengikat atau kita membutuhkan seseorang seperti Hillary Clinton sebelum hal itu dapat terwujud? Dr. Watson: Berkaitan dengan pertanyaan Anda yang pertama, tentu saja ada pembahasan yang saya ketahui pada saat pertemuan tingkat menteri perdagangan digelar. Saya tahu ada beberapa isu perdagangan yang dibahas. Sudah jelas bahwa Konvensi Kerangka Kerja Perubahan Iklim tidak dapat berhadapan dengan isu perdagangan. Masalahnya sendiri sudah banyak. Proposal kami, tentunya, adalah kami diperhitungkan dalam Organisasi Dagang Dunia (WTO). Saya dengar dari media bahwa ada diskusi mengenai hal itu di sana, dan saya juga membaca sambutan dari Duta Besar Schwab. Tentang pertanyaan yang satu lagi tentang apa yang dikatakan atau tidak oleh Menteri Baird, saya hanya ingin katakan Pemerintahan AS ada di sini. Kami akan hadir di COP mendatang dan kami tidak ingin menunggu sampai dua tahun lagi. Mari kita lakukan sesuatu di sini. Dan kami harap dapat bekerjasama dengan Kanada untuk mewujudkannya. Pertanyaan: Saya ingin bertanya lebih jauh tentang transfer teknologi. Saya dengar ada sedikit kesulitan dalam mencapai kesepakatan tentang bagaimana seharusnya transfer teknologi tersebut dijalankan. Ada sejumlah usulan dari negara-negara berkembang agar negara-negara maju seperti AS dan pemerintah pada umumnya membayar perusahaan-perusahaan swasta untuk memberikan teknologi mereka kepada negara-negara berkembang. Apakah ini ada dalam kartu AS atau transfer teknologi seperti apa yang ingin Anda lihat? Dr. Watson: Dalam satu kata, tidak. Ini bukanlah hal baru. Ini adalah usulan yang telah dibahas oleh negara-negara berkembang selama bertahun-tahun. Jadi ini bukan hal baru. Tidak, usulan agar pemerintah membayar perusahaan untuk kekayaan intelektual bukanlah sesuatu yang akan kami dukung. Saya juga tidak yakin usulan itu akan mendapat dukungan dari banyak negara maju. Namun demikian, Presiden Bush dalam pidatonya dalam Pertemuan Negara-Negara Ekonomi Utama akhir September lalu mengusulkan pendanaan teknologi bersih dan menginstruksikan Menteri Keuangan Paulson untuk mulai merumuskannya. Menteri Paulson tengah melakukan hal ini. Kami memang melihat bahwa pendanaan bisa sangat membantu dalam mempromosikan transfer teknologi. Namun, juga ada banyak sekali hambatan lain dalam transfer teknologi. Yang disebut oleh Felix tadi, yakni hambatan tarif dan non-tarif dalam berbagai barang dan jasa menyangkut lingkungan, hanya salah satunya. Ada banyak lagi hambatan yang membatasi transfer teknologi. Kami pikir semuanya perlu ditangani dengan pendanaan, yang tentunya, merupakan salah satu bagian dari teknologi transfer itu sendiri. Pertanyaan: Anda menyinggung sedikit tentang 25/40 di awal; apakah yang menjadi pertimbangan Anda dengan memasukkan target spesifik seperti itu dalam teks, dalam draft final? Dr. Watson: Sekali lagi, ini menjadikannya kaku... Ini seperti menilai keputusan-keputusan apa yang akan dihasilkan sebelum waktunya. Saya ingin mengingatkan Anda bahwa angka 25 sampai 40 persen itu adalah hasil dari Laporan Penilaian Keempat dari Kelompok Kerja ke-3 IPCC. Analisis tersebut hanya melibatkan enam dari seluruh 177 skenario yang diteliti. Jadi hanya sebagian kecil. Ada banyak ketidakpastian di sekelilingnya. Tentunya akan diperlukan lebih banyak lagi analisis selama periode negosiasi. Dan memulainya lagi dengan jawaban yang sudah disiapkan, menurut kami bukan hal yang tepat untuk dilakukan. Pertanyaan: Dr. Watson, kalau berbicara tentang emisi, menurut Anda apakah adil untuk membicarakan tingkat emisi nasional ataukah lebih adil berbicara tentang emisi per kapita? Dr. Watson: Saya kira keduanya sedang dalam pembahasan. Namun tentu saja, untuk negara-negara dengan emisi per kapita yang rendah -- meskipun tidak berlaku untuk negara-negara besar -- ini berarti emisi nasional yang rendah. Jadi, topik ini telah dibahas selama bertahun-tahun; ia merupakan sebuah konsep yang dikemukakan oleh India dan Cina serta negara-negara lain. Kami meyakini bahwa ini adalah hal yang layak dibahas. Kami tak keberatan membahas hal ini. Namun emisi nasional juga penting, jadi kita perlu memikirkan keduanya. Tanya: Dua pertanyaan singkat, Uni Eropa telah menunjukkan sinyal bahwa mereka ingin melihat dua derajat ditambahkan dalam teks yang diusulkan. Apakah menurut Anda ini dapat diterima? Apakah menurut Anda hal tersebut bisa disebut menghakimi proses negosiasi sebelum waktunya? Dan kedua, dari ketiga opsi yang tercantum dalam teks yang diusulkan, mana yang Anda sukai dan kenapa Anda menyukainya? Dr. Watson: Ya, berkenaan dengan pertanyaan pertama, kami sangat memahami bahwa UE mengusung target “dua derajat”, yang artinya membatasi kenaikan suhu tak lebih dari dua derajat dari suhu di zaman pra-industri. Ini juga menurut kami bukan langkah awal yang berguna. Mungkin setelah sejumlah pembahasan dalam dua tahun masa perundingan, hasilnya akan seperti itu. Ini merupakan pandangan Uni Eropa dan sejumlah negara lainnya. Namun sekali lagi, kami ingin membatasi atau menentukan hasil yang diharapkan. Berkenaan dengan pertanyaan kedua, kami meyakini bahwa opsi pertama, yakni hanya meneruskan dialog, akan menemui kegagalan. Opsi ini terlalu lemah. Kami jelas memilih opsi kedua, yang meluncurkan apa yang bisa kita sebut “komite negosiasi”. Kami ingin melihat kata “negosiasi” sebagai tajuk utama daripada sekedar sebuah kelompok kerja ad hoc. Opsi ketiga tentunya merupakan gagasan untuk mengombinasikan pembahasan-pembahasan di bawah Kyoto dan Konvensi ke dalam satu proses yang disebut “pendekatan satu jalur” yang tak akan berhasil. Alasannya, banyak negara yang menentang prinsip tersebut, dan kedua, keduanya (Kyoto dan Konvensi) merupakan dua instrumen yang berbeda. Jadi, secara hukum tak akan berjalan Tanya: Besok adalah hari ulang tahun Protokol Kyoto yang kesepuluh dan Amerika Serikat adalah negara maju yang tidak meratifikasi Kyoto. Jadi bagaimana Anda mengevaluasi Protokol Kyoto saat ini? Dan apakah ada kemungkinan pemerintah saat ini mengubah sikapnya terhadap Protokol Kyoto? Dr. Watson: Jawaban terakhir adalah “tidak”, tidak ada. Tidak benar kami satu-satunya negara maju (yang tidak meratifikasi Kyoto). Masih ada Turki. Saya tahu bahwa perhatian ditujukan pada Amerika Serikat dan Australia, namun bila Anda membaca Konvensinya, Turki adalah negara Annex I yang juga tidak meratifikasi Kyoto. Sikap kami soal Kyoto belum berubah. (Protokol) itu bukan sesuatu yang dapat diterapkan di Amerika Serikat. Tanya: Sebelumnya Anda katakan bahwa Anda akan mendukung tujuan global dan bersama yang tercantun dalam panduan, tapi Anda tidak menginginkan jumlah – baik pengurangan emisi atau kenaikan suhu. Tujuan global dan bersama apakah yang akan Anda dukung? Dr. Watson: Apa yang ingin kami lakukan – sesungguhnya kami sangat ingin melihat bahwa salah satu tuntutan yang ditujukan kepada kelompok negosiasi atau kelompok kerja ad hoc, apapaun namanya – adalah untuk mempertimbangkan tujuan global bersama, jangka panjang – apakah itu tujuan pengurangan emisi global, apakah itu pada akhirnya tujuan soal suhu dan sebagianya. Tetapi sekali lagi, apapun jumlah spesifik itu – kami pikir tidaklah bijaksana atau masuk akal untuk memulai dengan sejumlah angka. Untuk itulah negosiasi tersebut dilakukan. Tanya: Saya punya dua pertanyaan. Pertama, Cina mengatakan sebelum hadir di pertemuan ini bahwa mereka akan dengan senang hati melakukan lebih banyak lagi untuk membatasi pertumbuhan emisi sebagai balasan transfer teknologi yang lebih besar dari AS, maaf bukan AS, dari negara-negara maju. Dan pada akhirnya beberapa anggota delegasi mereka mengatakan bahwa mereka secara khusus tertarik pada beberapa jenis dana teknologi. Saya bertanya-tanya : AS berulang kali mengatakan bahwa Anda ingin melihat lebih jauh lagi dari negara-negara berkembang khususnya seperti Cina dan India. Apakah Anda menganggap hal itu adalah perkara yang dapat diterima? Dan juga, saya bertanya-tanya apakah Anda merasa sedikit terkucil dalam pembicaraan ini karena banyak negara dalam Annex I mungkin berbaris bersama untuk pemotongan 25 sampai 40 derajat. Dengan kata lain, Anda tidak di kelompok bersama negara-negara berkembang di kategori kelompok Annex II. Jadi saya hanya bertanya-tanya apakah Anda merasa terkucil dan kalau tidak, dengan siapa Anda berbagi kepentingan saat ini? Terima kasih Dr. Watson: Saya tidak merasa terkucil; sama sekali tidak. Kami mempunyai hubungan yang sangat hangat dengan banyak delegasi, beberapa diantaranya kami mempunyai pandangan yang berseberangan. Kita disini untuk membicarakan perbedaan dan berusaha untuk mencari penyelesaian perbedaan tersebut. Itulah yang dimaksud dengan proses negosiasi. Tidak, kami tidak merasa terkucil. Saya tidak akan, sekali lagi, memberi penilaian lebih awal terhadap diskusi yang akan dimulai pada jam tiga sore ini tentang panduan tersebut. Mungkin saja diskusi berlangsung lama. Saya pikir kita akan mempunyai banyak sekali hal yang sama dengan banyak delegasi. Tentu saja kita akan mempunyai perbedaan dengan banyak delegasi. Jadi jawabannya adalah “tidak”, kami tidak merasa terkucil. Kami setuju, sudah pasti dan seperti yang saya katakan sebelumnya, bahwa pendanaan adalah komponen penting dalam transfer teknologi. Kami bekerja dengan yang elemen lain dalam masyarakat internasional; berdiskusi untuk membangun semacam dana teknologi yang bersih. Kami berharap program tersebut berdiri dan berjalan dalam waktu yang tidak akan lama lagi. Dan tentunya, tujuan dari dana tersebut adalah untuk meningkatkan dan mempercepat akses ke teknologi yang bersih. Tanya: Sebuah pertanyaan untuk menindaklanjuti tujuan global bersama. Apakah ada ruang dalam negosiasi AS untuk menerima tujuan-tujuan yang mengikat meskipun tujuan-tujuan tersebut, seperti yang Anda tekankan, tidak dijelaskan batas-batasnya? Dr. Watson: Pada tahap ini, kami tidak ingin menerangkan hasilnya. Bisa saja hal itu berakhir… seperti yang saya katakan sebelumnya dan telah dilaporkan, pada akhirnya kami mungkin mempunyai beberapa komponen dari tujuan ini yang akan mengikat. Di dalam negeri, kami mempunyai pengukuran yang mengikat yang mempunyai relevansi dengan perubahan iklim Kami mmepunyai standar bahan bakar yang diperbarui, standar CAFE, dsb. Jadi kami mempunyai kombinasi program yang mengikat dan sukarela dan berbasis insentif pada tingkat nasional. Kami berharap bahwa mungkin apa yang akan mencuat dari proses ini, sementara negara-negara terus bernegosiasi, adalah sebuah diskusi tentang apa yang negara-negara dapat lakukan berdasarkan pengukuran apapun yang mereka sepakati di dalam negeri. Dan pada akhirnya, pada akhir proses ini, unsur-unsur dari semua itu bisa mengikat. Tetapi sekali lagi, kami tidak mau memulai dengan jawaban seperti semula. Kami akan mengembangkannya selama proses dua tahun perjalanan, kami harap begitu. Tanya: Satu alasan mengapa Mr. Yvo de Boer mengatakan mengapa rincian diperlukan dalam panduan tersebut menurut dia adalah bahwa dia menyatakan keprihatinannya bahwa keputusan melakukan investasi dilakukan setiap hari. Maka dalam dua tahun kedepan, akan ada banyak investasi padat modal yang dilakukan pada pembangunan energi jenis tertentu. Dan ini akan sudah terlambat dalam waktu dua tahun untuuk mengganti keputusan tersebut. Apa pendapat Anda tentang hal itu? Juga, di akhir proses selama dua tahun jika ada komitmen yang mengikat, apakah AS akan setuju dengan komitmen yang mengikat tersebut untuk penurunan emisi yang dinyatakan dalam emisi per kapita, ketimbang dalam arti emisi negara? Dr. Watson: Ya, saya mengerti sikap Mr. de Boer dalam masalah itu, tetapi belum jelas bagaimana sejumlah pemikiran yang digunakan benar-benar akan membimbing keputusan investasi, dan berapa banyak jumlah tersebut, yang bagi banyak negara benar-benar tidak realistis, akan membimbing keputusan investasi. Apa yang kita butuhkan adalah sebuah proses yang menghasilkan hasil yang praktis, tentunya dua tahun… Banyak keputusan investasi akan dibuat selama beberapa tahun ke depan. Tetapi sekali lagi, saya pikir Anda menyaksikan apa yang sedang terjadi di seluruh dunia. Investasi harus mempertimbangkan semua informasi karena mereka melakukan dan saya pikir arahnya ditentukan dan bagi saya tidak jelas bagaimana jumlah tertentu akan mendorong hal itu lagi. Sehubungan dengan apa yang akan terjadi pada akhir proses tersebut, saya tidak ingin lebih dulu menilai apakah itu mengikat, tidak mengikat, dsb. Sekali lagi, saya akan terus menekankan bahwa kita disini untuk mengawali sebuah proses yang akan menuntun ke sebuah kesepakatan pada tahun 2009.
Terima kasih.
### |
|
Home Page Kedutaan AS Link ke situs Internet yang bukan milik pemerintah Amerika bukan berarti bahwa pemerintah Amerika menyetujui sudut pandang organisasi tersebut. |