Kamis, 21 Januari 2010 Bantuan Indonesia untuk Haiti
Oleh Cameron R. Hume
Letak geografi menempatkan Indonesia secara unik
rentan terhadap bencana alam. Tsunami di Aceh lima tahun
lalu meninggalkan kesan yang mendalam bagi seluruh dunia, namun
bencana lainnya, seperti gempa bumi di Jawa Barat dan Padang,
tahun lalu, mengingatkan kita soal rentannya Indonesia.
Dalam situasi seperti itu, minggu ini Indonesia
telah memberikan sumbangan kepada warga Haiti yang sangat
memerlukan. Uluran tangan Indonesia bukan semata-mata isyarat
niat baik. Bantuan itu juga menunjukkan sikap kepemimpinan.
Dalam banyak hal, tindakan itu setara dengan tekad Indonesia
untuk mengatasi perubahan iklim dengan menurunkan emisi gas,
tekad yang memicu berbagai pemerintahan lainnya untuk berbuat
sama. Indonesia memainkan peran penting dalam menciptakan
komunitas dunia yang selalu siap merespon berbagai tantangan
abad ke-21.
Pertama, mengapa Haiti penting? Meskipun terletak
di lokasi yang indah di Karibia, Haiti adalah negara paling
miskin di Belahan Barat dan salah satu negara paling miskin di
dunia. Warganya menderita akibat penyakit, gizi buruk, layanan
masyarakat yang buruk, dan kurangnya kesempatan ekonomi. Namun
mereka juga memiliki catatan sejarah yang membanggakan sebagai
negara kedua yang berjuang dan berhasil merdeka dari
kolonialisme. Mereka juga memiliki kebudayaan artistik yang kaya.
Namun pada abad lalu, pembangunan seperti terlewatkan di Haiti.
Pasti ada cara untuk memutar balik kemunduran tersebut.
Kedua, apa yang dapat diberikan oleh Indonesia?
Banyak yang dibutuhkan terutama ketrampilan dan pengalaman: 30
dokter dengan rumah sakit lapangan dan obat-obatan, 25 pekerja
komunikasi, 10 ahli listrik, plus perlengkapan dan makanan.
Indonesia paham bagaimana bertindak menghadapi sebuah bencana
alam dan mengerti betul bahwa solidaritas kemanusiaan merupakan
hal yang penting. Siapapun yang menonton liputan televisi
mengenai bencana di Haiti tahu bahwa Indonesia dapat membantu
menangani kebutuhan yang paling mendesak bagi Haiti.
Ketiga, mengapa
negara
lain tidak dapat menangani
kebutuhan tersebut? Negara saya, seperti negara lainnya,
telah bertindak cepat mengirimkan tim penyelamat, tim medis, dan
berbagai hal yang dibutuhkan... tetapi kita tahu bahwa bertindak
sendirian tidaklah cukup. Bukankah warga Indonesia yang
mampu
menghidupkan
kembali layanan
telepon genggam
darurat di Padang mungkin memiliki keterampilan yang
paling dibutuhkan
di Haiti saat ini?
Bahkan sebelum gempa bumi ini, Haiti tidak memiliki
infrastruktur dasar yang memadai. Kini jalan-jalan,
pelabuhan, listrik, layanan air dan sanitasi serta komunikasi
telah rusak atau hancur. Tidak mengherankan apabila
pemberian bantuan kepada para korban menjadi begitu sulit.
Perserikatan Bangsa-Bangsa, termasuk Pasukan
Penjaga Perdamaian yang dipimpin Brazil, adalah inti dari
kerjasama internasional untuk menolong Haiti. Organisasi ini
juga sedang berkabung akibat banyaknya staff PBB yang kehilangan
nyawanya dalam gempa tersebut. Hedi, Annabi, Utusan Khusus dari
Sekretaris Jeneral PBB, adalah salah satu yang menjadi korban
jiwa dari runtuhnya Kantor PBB di Haiti, minggu lalu. Ia adalah
seorang pria yang luar biasa – selalu tenang dalam krisis,
selalu berbicara terus terang, sangat berdedikasi dalam berbuat
kebaikan, dan ia selalu dapat menerima ironi, tanpa menjadi
sinis. Kita harapkan agar para penerusnya dapat melanjutkan
jejak langkahnya.
Rakyat Indonesia musti bangga atas tindakan
pemerintah dalam membantu Haiti. Walaupun Haiti adalah negara
kecil yang miskin dan berada di sisi lain dunia, masa depan kita
semua tergantung pada kepemimpinan yang dapat menggalang
kerjasama dunia dalam menangani masalah lokal. Indonesia saat
ini sedang memainkan peran kepemimpinannya, baik dalam bencana
di Haiti, maupun di meja-meja konferensi tentang perubahan iklim,
diskusi G-20, dan di tempat lainnya. Kepemimpinan Indonesia
merupakan mitra penting bagi Amerika serikat.
“Men anpil, chay pa lou” adalah peribahasa Haiti
yang berarti, “dengan banyak tangan, beban menjadi ringan.”
Uluran tangan Indonesia sangat impresif dalam membantu
meringankan beban warga Haiti.
# # # |
|
Home Page Kedutaan AS Link ke situs Internet yang bukan milik pemerintah Amerika bukan berarti bahwa pemerintah Amerika menyetujui sudut pandang organisasi tersebut. |