| |
SIARAN PERS
KEDUBES AMERIKA SERIKAT
|

|
|
|
PUBLIC
AFFAIRS SECTION |
24 Maret 2008
PEMIMPIN ASEAN BAHAS REFORMASI REGIONAL
DI FORUM
PERDAGANGAN
English
Para pemimpin dari lima
negara Asia Tenggara menyerukan dukungan mereka
bagi pengambilan langkah-langkah untuk meningkatkan perdagangan,
memperdalam integrasi regional dan global, serta membangun sebuah
lingkungan usaha yang lebih kuat dalam Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia
Tenggara (ASEAN). Para peserta Forum Perdagangan SEA CLIR (South
East Asia Commercial Legal and Institutional Reform)
yang diselenggarakan minggu lalu membahas berbagai cara untuk memperluas
zona perdagangan bebas, merampingkan prosedur kepabeanan, merumuskan
kebijakan perdagangan, membenahi registrasi perusahaan, memperkuat
penyelesaian atas perselisihan, membangun institusi-institusi pemberi
pinjaman yang lebih baik, serta memfasilitasi hak kepemilikan properti
atau yang bersifat kepemilikan.
Badan
Pembangunan Internasional Pemerintah AS (USAID) mensponsori konferensi
tersebut, yang dihadiri oleh tokoh-tokoh penting baik dari sektor publik
maupun swasta di Kamboja,
Indonesia, Laos, Filipina, dan Vietnam. Para
peserta dari sektor publik maupun swasta membahas
pentingnya transparansi dan reformasi untuk memajukan kerangka kerja
hukum dan peraturan nasional yang bertujuan untuk membangun Masyarakat
ASEAN bersatu pada 2015.
“Cetak biru Masyarakat Ekonomi
ASEAN dirancang untuk meciptakan sebuah pasar tunggal dan basis produksi
pada 2015,” kata Sundram Pushpanathan, Direktur Utama Biro Integrasi
Ekonomi dan Keuangan Sekretariat ASEAN. “Hal ini membutuhkan
penyelarasan ketentuan dan peraturan secara signifikan di seluruh
wilayah ASEAN.”
Para
peserta forum yang berlangsung selama tiga hari ini
mengkaji praktik-praktik terbaik (best
practices) yang terdapat dalam laporan
SEA CLIR Trade: Advancing a Regional Agenda
for Shared Growth. Laporan ini menjadi
landasan bagi konferensi ini, yang disusun berdasarkan penilaian
terhadap setiap negara secara individual dalam
South East Asia
Commercial Legal and Institutional Reform (SEA CLIR) and Trade
Diagnostics Report. Laporan diagnostik ini
mengkaji 16 bidang hukum niaga, perdagangan, daya saing, hak kekayaan
intelektual, dan lain-lain, serta digunakan untuk mengembangkan dan
memperkuat hukum dan lembaga hukum negara.
# # #
|
|