SIARAN PERS
|
|
|
PUBLIC AFFAIRS SECTION |
3 Desember 2007
Pernyataan Dr. Harlan L. Watson
Juru Runding Senior dan Perwakilan Khusus untuk Iklim dan
Wakil Kepala Delegasi AS
Departemen Luar Negeri AS
Konferensi Pers COP 13
Bali, Indonesia
Selamat siang dan terima kasih atas kehadiran Anda dalam
konferensi pers ini.
Amerika Serikat berkomitmen untuk memajukan negosiasi dan mengembangkan “Peta
Jalan Bali” yang akan memandu negosiasi mengenai rezim perubahan iklim global
yang baru pasca 2012 yang efektif secara lingkungan dan berkelanjutan secara
ekononomi. Kami juga berkomitmen untuk penyelesaian yang berhasil dari negosisai
ini menjelang akhir tahun 2009.
Apakah yang kami maksud dengan rezim perubahan iklim global yang baru pasca 2012
yang efektif secara lingkungan dan berkelanjutan secara ekonomi?
Pertama, emisi adalah masalah global dan agar penanganannya efektif secara lingkungan harus dilakukan secara global pula. Ini harus melibatkan Amerika Serikat dan semua penghasil emisi gas rumah kaca terbesar di dunia, baik negara maju maupun negara berkembang, sambil tetap menghormati situasi dalam negeri masing-masing negara.
Kedua, rezim yang baru harus berkelanjutan secara ekonomi, dan harus menggalakan, bukan malah menghambat aspirasi nyata dari bangsa dan masyarakat manapun untuk memperoleh pertumbuhan ekonomi yeng berkelanjutan, keamanan energi, dan udara bersih. Energi adalah pendorong utama pertumbuhan ekonomi dan permintaan energi global diperkirakan naik hingga lebih dari 50 persen sampai tahun 2030, dengan kenaikan terbesar berasal dari negara-negara maju seiring dengan upaya pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan negara-negara tersebut bagi warganya. Kita perlu mempercepat pembangunan yang hemat biaya dan penggunaan teknologi maju yang dapat mengubah secara fundamental cara kita memproduksi dan memanfaatkan energi – seperti penyerapan dan penyimpanan karbon, tenaga nuklir, bahan bakar hayati, dan lainnya – dengan cara memberikan insentif dan melakukan investasi besar-besaran di bidang teknologi. Amerika Serikat dan Jepang memimpin dunia dalam upaya ini dan kami ingin negara-negara lain melakukan hal yang sama.
Amerika Serikat di dalam maupun luar negeri melakukan serangkaian inisiatif untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, meningkatkan keamanan energi dan menghilangkan polusi udara yang berbahaya. Kami memiliki beragam tindakan kebijakan domestik yang meliputi puluhan program wajib, berbasis insentif, berbasis pasar, maupun sukarela, untuk mengurangi emisi domestik kami. Kami juga telah memberikan 37 miliar dollar AS untuk membantu mengembangkan dan mengerahkan teknologi yang inovatif untuk mengurangi emisi gas rumah kaca namun tetap menjamin pertumbuhan ekonomi.
Kami tahu hal ini dapat dilakukan. Dari tahun 2000-2005, jumlah penduduk AS tumbuh sebesar lima persen (14 juta jiwa) dan Produk Domestik Bruto (PDB)-nya naik sebesar 12 persen (sekitar 1,2 triliun dollar AS) sementara emisi gas rumah kaca kami hanya naik 1,6 persen. Estimasi terakhir menunjukkan bahwa selama 2005-2006, perekonomian kami tumbuh sebesar 2,9 persen, namun emisi gas rumah kaca kami turun sebesar 1,5 persen.
Bulan Mei tahun ini, Presiden Bush mengumumkan bahwa AS akan bekerjasama dengan negara-negara ekonomi utama untuk membuat sebuah kerangka kerja tentang emisi gas rumah kaca yang akan berkontribusi pada sebuah perjanjian global di bawah Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (United Nations Framework Convention on Climate Change). Sejak pengumuman itu, AS telah melakukan konsultasi dengan 16 negara ekonomi utama lainnya, yang bersama dengan AS mewakili sekitar 80 persen perekonomian, penggunaan energi, dan emisi gas rumah kaca dunia. Menlu Rice menjadi tuan rumah Pertemuan Negara-Negara Ekonomi Utama yang pertama bulan September lalu di Washington, di mana perwakilan dari para pemimpin dunia mendengar langsung dari Presiden Bush tentang visinya untuk maju ke depan. Negara-Negara Ekonomi Utama akan bertemu kembali awal tahun depan, berbekal informasi yang diperoleh dalam berbagai diskusi di Bali ini. Presiden Bush telah mengusulkan sebuah pertemuan para kepala Negara-Negara Ekonomi Utama musim panas mendatang, yang kami harap akan menghasilkan suatu perjanjian yang dapat memberikan kontribusi besar bagi perundingan-perundingan yang dipandu oleh Peta Jalan Bali.
Saya juga ingin menggarisbawahi tiga isu lain – kehutanan, adaptasi, dan akses teknologi – yang merupakan isu-isu kunci yang akan dibahas di Bali ini.
Pencegahan degradasi hutan menjadi prioritas bagi Indonesia dan negara-negara berkembang lainnya dan akan menjadi titik berat dalam pertemuan di Bali. Amerika Serikat menjadi pemimpin pada tingkat internasional dalam memajukan upaya pelestarian hutan. Sebagai contoh, di bawah Undang-Undang Pelestarian Hutan Tropis, kami telah mencapai kesepakatan pengalihan utang untuk pelestarian hutan dengan 12 negara dan berhasil mengumpulkan 163 juta dollar AS untuk membantu upaya pelestarian 20 juta hektar hutan tropis penting di seluruh dunia. Kita juga memberantas pembalakan liar dan ekspor produk-produk hutan yang dihasilkan secara illegal di Afrika, Asia, dan Amerika Latin melalui Prakarsa Presiden Melawan Pembalakan Liar, dan melalui Kemitraan Hutan Lembah Kongo, kami telah menyalurkan 68 juta dollar AS untuk memperbaiki 80 juta hektar (seluas negara bagian Texas) kawasan hutan tropis nomor dua terbesar di dunia.
Adaptasi menjadi prioritas yang terus berkembang baik di dalam maupun di luar negeri, dan kami memacu perencanaan yang efektif sebagai bagian strategi pengembangan yang lebih luas lagi. Amerika Serikat juga memimpin upaya-upaya seperti Global Earth Observation System of Systems (GEOSS) yang dapat memberikan peringatan dini akan terjadinya bencana alam dan menyempurnakan pengambilan keputusan dalam hal pembangunan pertanian, kawasan pesisir, dan sektor ekonomi lainnya yang terkena dampak keadaan iklim yang berubah-ubah.
Dan, untuk mempercepat penerapan teknologi energi bersih di seluruh dunia, Presiden Bush mengusulkan pendanaan teknologi bersih internasional yang baru. Menteri Keuangan AS Paulson sedang menjalin kerjasama dengan para mitra internasional untuk mengembangkan sebuah pendekatan baru yang akan menggenjot investasi infrastruktur energi global untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.
Sebagai penutup, saya ingin kembali menegaskan bahwa Amerika Serikat berupaya untuk bersikap fleksibel dan bekerja secara konstruktif dengan semua pihak konvensi untuk mencapai konsensus Peta Jalan Bali yang akan memandu negosiasi mengenai rezim perubahan iklim global yang baru pasca 2012 yang efektif secara lingkungan dan berkelanjutan secara ekononomi dan mengarah pada keberhasilan perundingan ini pada akhir 2009.
Terima kasih atas perhatian Anda. Saya akan menjawab pertanyaan yang Anda ajukan.
# # #
|
Home Page Kedutaan AS Link ke situs Internet yang bukan milik pemerintah Amerika bukan berarti bahwa pemerintah Amerika menyetujui sudut pandang organisasi tersebut. |