|
|
01 Oktober 2007 GEDUNG PUTIH Menuju Sebuah Pendekatan Global Baru Atas Perubahan Iklim dan Keamanan Energi Pada 28 September di Washington D.C., Presiden Bush memberikan sambutan pada Pertemuan Negara-negara Ekonomi Utama Tentang Keamanan Energi dan Perubahan Iklim dan mendesak perlunya sebuah cara baru mengurangi emisi gas rumah kaca sedemikian rupa sehingga tidak merugikan pertumbuhan ekonomi atau menghalangi sebuah negara berupaya memberikan kesejahteraan bagi rakyatnya. Pertemuan di Washington tersebut memperkenalkan prakarsa Presiden Bush bagi negara-negara ekonomi utama untuk bekerja sama dengan semua negara yang menjadi pengguna energi dan penghasil emisi gas rumah kaca terbesar di dunia, baik dari negara maju maupun negara berkembang untuk mengupayakan pendekatan internasional yang baru atas keamanan energi dan perubahan iklim pada 2008. Pendekatan ini akan memberikan kontribusi bagi kesepakatan global 2009 di bawah Konvensi Kerangka Kerja PBB untuk Perubahan Iklim (UNFCCC). Pada musim panas mendatang, para kepala negara di dunia akan bertemu untuk melakukan pembahasan akhir tujuan jangka panjang untuk mengurangi emisi global gas rumah kaca dan membangun sebuah sistem yang kokoh dan transparan untuk mengukur kemajuan yang telah dicapai. Melalui upaya-upaya penting pada tahun-tahun mendatang, maka konsensus global PBB pada 2009 dapat terwujud. Setiap negara harus merancang sendiri strategi nya secara terpisah untuk bergerak maju menuju tujuan jangka panjang tersebut. Strategi ini harus efektif dan terukur dari segi lingkungan hidup dan mencerminkan sumber daya energi, tahap-tahap pembangunan, dan kebutuhan ekonomi yang berbeda di setiap negara. Seperti negara-negara lainnya, Amerika Serikat bertumpu pada perpaduan antara perangkat kebijakan yang bersifat wajib, sukarela, ataupun berbasis pasar. Tidak ada satu negara yang memiliki jawaban untuk semuanya. Kita harus berpikir secara kreatif dan belajar dari pengalaman yang lain. Kunci Upaya ini Adalah Teknologi Energi Bersih Yang Modern Dengan mengembangkan teknologi emisi rendah yang baru, negara-negara ekonomi utama di dunia dapat memenuhi permintaan yang terus meningkat sekaligus mengurangi polusi udara dan emisi gas rumah kaca. Selama bertahun-tahun, mereka yang khawatir terhadap perubahan iklim dan mereka yang khawatir akan keamanan energi berada di sisi yang berseberangan di akhir perdebatan. Namun, tantangan ini memiliki satu penyelesaian yang sama: teknologi. Mencapai visi sebuah era energi bersih akan membutuhkan investasi besar dari semua negara ekonomi utama. Saat ini, Amerika Serikat dan Jepang mendanai sebagian besar riset dan pengembangan teknologi energi bersih. Negara-negara di dunia harus berupaya menciptakan teknologi bersih yang dapat diperoleh secara lebih luas dengan cara menghilangkan masalah hambatan tarif dan nontarif terhadap barang dan jasa energi bersih. Presiden Bush telah mengusulkan sebuah pendanaan internasional teknologi bersih yang baru untuk membantu negara-negara berkembang menggunakan tenaga teknologi energi bersih. Dana ini akan membantu pembiayaan proyek energi bersih di negara-negara berkembang. Presiden Bush juga telah meminta Menteri Keuangan Hank Paulson untuk mengkoordinasikan upaya ini - dan ia berencana menggelar diskusi penjajakan dengan para negara peserta selama beberapa bulan mendatang. Amerika Serikat Memimpin Upaya Pengembangan Teknologi Energi Bersih Sejak dipimpin Presiden Bush, Pemerintah Federal AS telah menginvestasikan hampir 18 milyar dollar AS untuk meneliti, mengembangkan dan mempromosikan teknologi energi bersih dan efisien serta membantu memasarkannya. Sektor swasta telah merespons dengan investasi yang signifikan, mulai dari penelitian dan pengembangan korporasi hingga pasar modal yang berisiko. Era Energi Bersih Mensyaratkan Perubahan Cara Kita Menghasilkan Listrik Sejak 2001, Amerika Serikat telah menginvestasikan lebih dari 2,5 milyar dollar AS untuk meneliti dan mengembangkan batubara bersih. Di bawah kemitraan dengan negara-negara lain dan sektor swasta, Amerika Serikat melangkah lebih dekat kepada produksi energi dari pembangkit listrik tenaga uap batubara tanpa emisi yang pertama di dunia. Amerika Serikat tengah berupaya mengurangi hambatan menuju pengadaan pembangkit listrik tenaga nuklir yang baru di dalam wilayah AS tanpa mengorbankan keselamatan. Baru minggu lalu, sebuah perusahaan mengajukan proposal pertama sejak tahun 1970-an untuk membangun sejumlah reaktor nuklir baru di AS. Tahun lalu, Amerika Serikat mengukuhkan suatu inisiatif yang disebut Kemitraan Energi Nuklir Global (Global Nuclear Energy Partnership). Kemitraan ini menggandeng negara-negara yang memiliki program energi nuklir sipil yang telah maju - seperti Prancis, Jepang, Cina dan Rusia - untuk membantu negara-negara berkembang memperoleh tenaga nuklir secara aman, hemat-biaya, dan tahan-proliferasi. Sebanyak 15 mitra telah bergabung dengan AS dalam kemitraan ini. Setiap tahun, 439 pembangkit listrik tenaga nuklir di dunia turut menghambat pembuangan 2 milyar ton karbon dioksida tambahan ke atmosfer. Tenaga nuklir merupakan satu-satunya sumber energi yang ada yang mampu menghasilkan listrik dalam jumlah besar tanpa menyebabkan polusi udara ataupun emisi gas rumah kaca. Sejak 2001, Amerika telah meningkatkan produksi energi angin lebih dari 300 persen dan meluncurkan Prakarsa Tenaga Surya Amerika (Solar America Initiative) untuk menurunkan biaya tenaga surya. Secara keseluruhan, teknologi rendah-karbon seperti tenaga angin dan surya memiliki potensi untuk memberikan kontribusi yang signifikan bagi produksi listrik Amerika. Era Energi Bersih Juga Mensyaratkan Perubahan Cara Kita Mengisi Bahan Bakar Mobil dan Truk Amerika tengah berinvestasi dalam sejumlah alternatif baru energi bersih: o Kami tengah berupaya mengembangkan generasi baru bahan bakar hayati yang dapat diperbaharui seperti cellulosic ethanol, yang dibuat menggunakan segala jenis bahan mulai dari serpihan kayu, rumput, sampai limbah pertanian. o Pemerintah AS memberikan kredit pajak Federal AS sampai senilai 3.400 dollar AS untuk mendorong rakyat Amerika membeli kendaraan hibrida yang hemat bahan bakar. o Produsen mobil Amerika tengah berupaya mengembangkan kendaraan hibrida motor listrik yang dapat menempuh jarak hampir 40 mil tanpa menggunakan bensin setetes pun. o Selama lima tahun terakhir, pemerintah AS telah menghabiskan lebih dari 1,2 milyar dollar AS di Amerika untuk mengembangkan teknologi hidrogen modern dan kendaraan yang digerakkan oleh tenaga hidrogen yang mengeluarkan air murni bukannya asap buangan. Rencana Presiden Bush "Twenty in Ten" membantu memastikan teknologi baru yang hemat biaya sampai ke pasar. Rencana ini akan membantu mengurangi konsumsi bensin AS hingga 20 persen dalam 10 tahun dengan: o Menetapkan standar bahan bakar wajib yang baru yang mengharuskan 35 milyar galon berasal dari bahan bakar yang dapat diperbarui dan bahan bakar alternatif lain pada 2017. o Mereformasi standar bahan bakar ekonomi untuk mobil, seperti yang diterapkan pada truk ringan. Sementara Kita Berusaha untuk Mengubah Produksi Energi, Kita Juga Harus Menyikapi Laju Penggundulan Hutan yang Tak Terbendung Para ilmuwan memperkirakan bahwa hampir 20 persen emisi gas rumah kaca dunia terkait dengan penggundulan hutan. Hutan dunia membantu mnegurangi jumlah gas rumah kaca di atmosfir dengan menyimpan karbon dioksida di pepohonan. Apabila hutan kita lenyap, konsentrasi kadar gas rumah kaca di atmosfer akan meningkat. Kita harus melestarikan dan memperluas hutan di negeri kita sendiri dan di negara lain. Amerika telah melakukan langkah-langkah untuk membantu meningkatkan jumlah karbon yang disimpan di hutan kita dan mengamankan hutan kita untuk generasi mendatang: o Sejak 2001, pemerintah AS telah menyediakan lebih dari 3 milyar dollar AS untuk memulihkan kembali hutan di Amerika dan melindungi mereka terhadap bencana kebakaran besar sebagai bagian dari Prakarsa Hutan Sehat (Healthy Forests Initiative). o Bermitra dengan petani Amerika, pemerintah AS menyediakan dana puluhan milyar dollar sebagai insentif untuk upaya konservasi. o Pemerintahan Presiden Bush menggalakkan kebijakan pengelolaan lahan umum dan pribadi yang berkelanjutan. Amerika Serikat juga bermitra dengan negara lain untuk mendorong konservasi dan pengelolaan hutan di seluruh dunia. Kami menyambut baik dan mendukung prakarsa-prakarsa baru dari Australia, Brazil, China, dan Indonesia, dan akan terus melaksanakan apa yang menjadi tugas kami. Kami terus berkomitmen terhadap berbagai prakarsa seperti Kemitraan Hutan Lembah Kongo (Congo Basin Forest Partnership) dan Kemitraan Hutan Asia (Asia Forest Partnership). Kami juga akan tetap melanjutkan upaya-upaya kami melalui Undang-Undang Konservasi Hutan Tropis (Tropical Forest Conservation Act), yang membantu negara-negara berkembang mengalihkan pembayaran utangnya ke program konservasi hutan. Pemerintah AS telah menyepakati 12 perjanjian konservasi yang menghasilkan lebih dari 137 juta dollar AS untuk konservasi hutan tropis. Upaya-upaya Amerika juga meliputi program senilai 67 juta dollar AS untuk membantu negara berkembang menghentikan pembalakkan liar.
# # # |