USTR Schwab dan Menteri Perdagangan Indonesia Pangestu Mengumumkan Langkah-Langkah untuk Mempererat Hubungan Perdagangan dan Investasi 22 Mei 2007 Washington, D.C. - Perwakilan Dagang Amerika Serikat Susan C. Schwab dan Menteri Perdagangan Indonesia Mari Pangestu mencapai kata sepakat pada 21 Mei untuk secara resmi membentuk sejumlah kelompok kerja yang bertujuan untuk mempererat hubungan ekonomi A.S.-Indonesia dalam empat bidang penting: hak kekayaan intelektual, barang-barang pertanian dan industri, layanan jasa, dan penanaman modal. Dalam pertemuan di bawah Kerangka Kesepakatan Perdagangan dan Penanaman Modal (TIFA) Amerika Serikat-Indonesia untuk membahas isu-isu bilateral, regional dan multilateral ini, Schwab dan Pangestu memberikan pengarahan kepada kelompok-kelompok kerja baru tersebut untuk mengembangkan sejumlah prakarsa khusus dalam keempat bidang ini untuk lebih memperkuat ikatan perdagangan dan investasi antara kedua negara. “Saya senang Amerika Serikat dan Indonesia mencatat kemajuan tambahan dalam mempererat hubungan perdagangan dan investasi kita dalam pertemuan kami minggu ini,” kata Dubes Schwab. “Kami juga membahas bagaimana kita dapat bekerjasama untuk memajukan integrasi ASEAN (Persatuan Negara-Negara Asia Tenggara) serta membantu meraih hasil yang sukses dalam negosiasi Putaran Doha WTO yang kini sedang berlangsung. Indonesia merupakan perekonomian terbesar di Asia Tenggara serta pengekspor utama barang-barang pertanian dan manufaktur, jadi Indonesia akan memperoleh manfaat yang besar dari Putaran Doha yang sukses.” Dubes Schwab menyambut kerjasama yang berkesinambungan antara kedua pihak di bawah Nota Kesepahaman (MOU) bilateral tentang kerjasama dalam mencegah transshipment tekstil dan produk tekstil ilegal melalui Indonesia ke Amerika Serikat. MOU tersebut, yang ditandatangani oleh Dubes Schwab dan Menteri Pangestu September tahun lalu, mengatur kerjasama kepabeanan, identifikasi pabrik pembuat tekstil dan produk tekstil, serta kunjungan verifikasi gabungan untuk memberikan informasi yang dibutuhkan kepada pemerintah masing-masing negara untuk menghentikan transshipment tekstil dan produk tekstil. Selama pertemuan TIFA, kedua pihak mengkaji kemajuan yang solid dalam pelaksanaan MOU bilateral untuk memberantas pembalakan liar dan perdagangan terkait, yang ditandatangani November tahun lalu. Sejak saat itu, kedua pihak telah melakukan pertemuan untuk mengembangkan kerjasama dan menyepakati kegiatan-kegiatan khusus yang akan dibiayai dengan dana senilai 1 juta dolar AS dari Ametrika Serikat yang diperuntukkan bagi MOU tersebut. MOU tersebut dirancang untuk menggalakkan pelestarian hutan dengan memberantas pembalakan liar dan perdagangan terkait dan membantu memastikan bahwa kayu dan produk kayu yang dihasilkan secara legal oleh Indonesia terus memperoleh akses ke pasar di Amerika Serikat dan negara lain. Pertemuan antara Dubes Schwab dan Menteri Pangestu mengakhiri pertemuan TIFA yang berlangsung sehari penuh antara delegasi kedua negara. Pertemuan tersebut membahas berbagai isu bilateral, yang meliputi investasi, hak kekayaan intelektual, layanan jasa, kepabeanan, transshipment barang, dan pertanian. Selama pertemuan, Indonesia menyampaikan keinginannya untuk menghormati panduan Organisasi Dunia untuk Kesehatan Binatang (World Organization for Animal Health/OIE) dalam menentukan akses bagi daging sapi asal A.S. Dubes Schwab dan Menteri Pangestu juga bertukar pendapat tentang Undang-Undang Penanaman Modal Indonesia yang baru dan kampanye anti korupsi yang terus gencar dilakukan oleh pemerintah Indonesia, yang sangat didukung oleh pemerintah A.S. Perwakilan dari kalangan bisnis dan pemerintah dari Amerika Serikat dan Indonesia juga bertemu di bawah kerangka TIFA untuk bertukar pandangan mengenai cara-cara untuk lebih memperkuat jaringan perdagangan dan investasi antara kedua negara. Latar Belakang Indonesia adalah mitra dagang Amerika Serikat terbesar ke-31. Perdagangan dua arah mencapai 16,5 milyar dolar AS tahun lalu, naik 9,3 persen dari tahun 2005. Perdagangan dua arah dalam bidang jasa dengan Indonesia mencapai 1,6 milyar dolar AS pada 2005, berdasarkan data terakhir. Investasi luar negeri langsung A.S. di Indonesia adalah senilai 9,9 milyar dolar AS pada 2005, berdasarkan data terakhir. Indonesia juga merupakan pemain kunci di ASEAN. Pada Agustus 2006, Amerika Serikat menandatangani TIFA dengan ASEAN sebagai landasan untuk mengintensifkan hubungan perdagangan dan investasi kita dengan wilayah ASEAN, yang secara komersial dan strategis sangat penting bagi Amerika Serikat. Dengan jumlah penduduk hampir 600 juta serta Produk Domestik Bruto (PDB) gabungan sebesar 2,7 trilyun dolar AS, perekonomian ASEAN merupakan kelompok ekonomi terbesar keenam di dunia. Anggota ASEAN terdiri dari Brunei Darussalam, Burma, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam. ### |
Home Page Kedutaan AS
Pusat
Informasi Kedutaan AS | Informasi
Visa | American
Citizen Services
Link ke situs Internet yang bukan milik pemerintah Amerika bukan berarti bahwa pemerintah Amerika menyetujui sudut pandang organisasi tersebut.