Website Resmi Kedutaan  Besar Amerika Serikat di Jakarta, Indonesia


 

 

 

SIARAN PERS KEDUBES AMERIKA SERIKAT

PUBLIC AFFAIRS SECTION

A.S. Menghadiahi Petani Sulawesi dengan Pelatihan 
untuk Meningkatkan Produksi Coklat

14 Februari 2007

english version

Berkat program pelatihan baru bagi petani yang dicanangkan oleh Badan Pembanguan Internasional Amerika Serikat (USAID) pada hari ini, petani coklat di Sulawesi akan segera menikmati hasil panen yang lebih tinggi dan menghasilkan biji coklat yang lebih unggul untuk dijual ke industri coklat di Amerika Serikat.  

Kegiatan Hari Valentine ini diselenggarakan oleh program USAID bernama Agribusiness Market and Support Activity (AMARTA), dalam rangka menghormati Program Tanggung Jawab Perusahaan untuk Pelatihan Produktivitas dan Kualitas Petani Coklat Berskala Kecil di Sulawesi Barat, Selatan dan Tenggara yang baru dicanangkan.

Kegiatan AMARTA dilaksanakan berdasarkan perjanjian yang difasilitasi oleh USAID, antara Blommer Chocolate Co. – pabrik coklat terbesar di A.S. – dan PT Olam Indonesia, pemasok utama ke Blommer. Dalam perjanjian tersebut,  PT Olam akan mendukung pelatihan, yang akan meningkatkan produktivitas dan kualitas biji coklat hingga 30 persen, yang memungkinkan sekitar 20.000 petani untuk meningkatkan produksi mereka hingga 35.000 ton metrik per tahun.  Sedangkan  Bommer sepakat untuk membeli biji coklat berkualitas unggul dengan harga yang lebih tinggi dari harga pasar. Petani Sulawesi akan memperoleh harga yang menarik untuk tanaman mereka sebesar 52 juta dolar AS selama kurun waktu tiga tahun.

Namun, untuk memperoleh akses ke lebih banyak penggemar coklat Amerika, petani Sulawesi harus mengatasi konsumen biji coklat yang jauh lebih buas: Penggerek Buah Coklat. Hama yang bentuknya seperti ngengat ini meletakkan larvanya di kulit pohon coklat, dan akibatnya menghancurkan benih biji coklat. Serangga ini mengurangi hasil panen sampai 60 persen dan menyisakan biji coklat berkualitas rendah bagi para petani – mengurangi pendapatan dan mengancam posisi Sulawesi sebagai produsen dan eksportir coklat utama di dunia. Indonesia adalah produsen coklat terbesar ketiga di dunia, namun penelitian yang dilakukan baru-baru ini menunjukkan bahwa petani coklat di Sulawesi tahun lalu menderita kerugian sebesar 127 juta dolar AS akibat serangan hama coklat ini.

Program pelatihan AMARTA akan mengajarkan teknologi pengendalian hama yang baru serta praktik-praktik manajemen terbaik untuk mengurangi dampak Penggerek Buah Coklat sembari meningkatkan produktivitas lahan dengan pemupukan, sanitasi, dan materi penanaman yang lebih baik.

Amerika Serikat adalah mitra dagang penting dalam industri coklat Indonesia, mengimpor 136.000 ton metrik coklat pada 2005. Pabrik-pabrik coklat A.S. adalah pembeli internasional terbesar untuk produk coklat dari Sulawesi, membeli sekitar 40 persen dari ekspor mentega coklat Sulawesi.

 

24.

 

* * *

 

 

 

Home Page Kedutaan AS
Pusat Informasi Kedutaan AS | Informasi Visa | American Citizen Services

Ke atas | Umpan balik

Link ke situs Internet yang bukan milik pemerintah Amerika bukan berarti bahwa pemerintah Amerika menyetujui sudut pandang organisasi tersebut.