U.S. Embassy Jakarta

 

Web site in English

Apa yang Terbaru

Indeks situs ini
Cari
Arsip

Webmaster

Milis

 


SIARAN PERS KEDUTAAN BESAR 
AMERIKA SERIKAT

 Public Affairs Section 

03 Desember 2001


Transkrip: Menlu Powell Adakan Buka Puasa 
di Departemen Luar Negeri 

(Puji tanggapan kaum Muslimin atas serangan 11 September)

English version

Menteri Luar Negeri Colin Powell mengadakan jamuan Iftaar bagi para pemimpin Muslimin terkemuka Amerika pada 29 November di Departemen Luar Negeri, tradisi berbuka puasa selama bulan suci Ramadan bagi kaum Muslimin.

Acara tersebut dimulai saat matahari terbenam dengan panggilan azan, dan diakhiri dengan jamuan makan resmi dengan Menlu sebagai tuan rumah. Ini adalah acara Iftaar tahunan ketiga di Departemen Luar Negeri.

Dalam sambutannya Menlu berbicara mengenai pentingnya seluruh bangsa Amerika menjalankan toleransi agama.

"Amerika adalah sebuah bangsa dari bangsa-bangsa, terdiri atas orang-orang dari setiap negeri, setiap ras dan dan menganut berbagai agama. Keragaman kita bukanlah sumber kelemahan, tapi sumber kekuatan, sumber keberhasilan kita," ujar Powell.

Menlu mendengarkan keprihatinan kaum Muslimin dan Arab Amerika tentang diskriminasi dan sikap rasialis menyusul terjadinya serangan pada 11 September dan mengimbau agar kita "bersikap peka terhadap keragaman yang kita semua wakili." Powell mengatakan bahwa sebagai anggota sebuah masyarakat minoritas ia juga pernah menjadi sasaran pandangan rasialis.

"Ini sangat menyentuh hati saya karena saya sendiri minoritas. Saya sudah mendapat pandangan miring. Saya tidak akan pernah lupa pada latar belakang saya; saya tidak akan pernah lupa pada apa yang sudah dilakukan oleh mereka yang mendahului saya sehingga saya bisa menempati posisi saya sekarang ini. Dan saya hanya ingin semua Anda yang berada di sini malam ini tahu bahwa, sambil saya terus melakukan tugas saya di Departemen Luar Negeri…. saya akan terus bersikap peka terhadap isu-isu yang sudah dikemukakan malam ini dalam kaitannya dengan pandangan miring, dengan diskriminasi. Dan saya yakinkan Anda bahwa Presiden Bush pun sama pekanya dalam isu-isu ini," ujar Menlu.

Menlu Powell juga memberi penghargaan kepada tiga orang Muslimin Amerika dari dinas kepolisian dan dinas kebakaran kota New York atas tindakan heroik mereka dalam upaya penyelamatan pada tanggal 11 September.

Berikrar bahwa A.S. sudah bertekad untuk membantu membangun kembali Afganistan, Menlu memuji upaya-upaya kemanusiaan internasional saat ini.

"Hari ini, dan setiap hari selama Ramadan, marilah kita tujukan perhatian kita pada rakyat Afganistan yang masih mampu berbuka puasa hari ini, berkat bantuan dari masyarakat internasional yang menyediakannya. Kita bangga bahwa negeri kita, Amerika Serikat, sudah lama menjadi negara penyumbang yang murah hati bagi kaum pengungsi Afganistan," ujar Powell.

Hadir dalam acara itu sekitar 130 orang yang mewakili berbagai organisasi Muslim Amerika, organisasi non-pemerintah dan para pemimpin terkemuka komunitas Arab dan Muslim Amerika dari seluruh Amerika Serikat.

Para pejabat A.S. sudah banyak melakukan upaya khusus untuk menjangkau kaum Muslimin Amerika sesudah peristiwa serangan 11 September untuk meyakinkan mereka bahwa militer A.S. dan tindakan penegakan hukum yang ditujukan kepada kaum teroris tidaklah diarahkan kepada Islam dan penganutnya.

Pada 19 November, Presiden Bush mengadakan jamuan Iftaar di Ruang Jamuan Gedung Putih bagi para diplomat dari negara-negara Islam dan pejabat senior A.S., termasuk Menlu Powell. Dalam sambutannya Presiden mengatakan bahwa A.S. "dibuat menjadi lebih baik oleh jutaan warganya yang Muslim."

"Ramadan dan musim liburan yang akan datang adalah saat yang baik bagi orang-orang dengan agama yang berbeda-beda untuk saling mengenal. Dan makin banyak kita mengenal, makin banyak kita menemukan bahwa kita berbagi banyak komitmen," ujar Bush dalam acara itu.

Departemen Pertahanan juga akan mengadakan jamuan Iftaar di Pentagon pada 30 November bagi kaum Muslimin yang berdinas aktif di angkatan bersenjata A.S.

Sambutan oleh Menteri Luar Negeri Colin L. Powell dalam Jamuan Iftaar

29 November Ruang Benjamin Franklin Washington, D.C.

Pukul 18:30 Waktu Timur

MENLU POWELL: Selamat petang, ibu-ibu dan bapak-bapak. Selamat Bulan Puasa. Selamat datang ke Departemen Luar Negeri dan terima kasih atas kehadiran Anda untuk berbuka puasa bersama kami petang ini.

Saya tidak tahu apa yang ada di meja Anda, tetapi di meja saya, saya belajar banyak. (Tertawa). Saya lihat bahwa kawan Muslim Amerika saya sama sekali tidak menyembunyikan apa-apa, dan kami bercakap-cakap dengan sangat baik. Dan saya pulang dengan begitu banyak pendapat mengenai cara-cara kita dapat menindaklanjuti pertemuan petang ini dengan konferensi dan pertemuan-pertemuan tambahan.

Dan saya berterima kasih atas kedatangan Anda walaupun pemberitahuan kami sangat mendadak, dan sungguh menyenangkan dapat menyambut Anda di ruang diplomasi Departemen Luar Negeri yang indah ini. Bagi mereka yang belum pernah datang ke sini sebelumnya, kami menganggapnya sebagai suatu pertemuan yang sangat khusus dan kami senang berbagi pertemuan ini dengan Anda petang ini.

Pertemuan kita petang ini, acara buka puasa ketiga setelah sekian tahun, merupakan sebuah pengingat kuat bahwa Amerika adalah sebuah bangsa dari bangsa-bangsa, terdiri atas orang-orang dari setiap negeri, dari setiap ras dan menganut berbagai agama. Keragaman kita bukanlah sumber kelemahan ,tetapi sumber kekuatan, sumber keberhasilan kita. Kita adalah sebuah negeri dari negeri-negeri, memperoleh inspirasi dari setiap negeri di dunia dan memberikan sumbangan kepada setiap negeri di dunia.

Dan setiap warga Amerika membawa campuran bakat dan ketrampilan yang unik ke kawah peleburan nasional kita. Sebagian memberikan sumbangan sangat besar yang dapat dilihat semua orang. Namun, ada lebih banyak lagi membuat mereka terkenal secara diam-diam dan tidak pernah diberitakan di surat kabar. Namun, hasilnya di sini, dapat dilihat oleh kita semua, sebagai akibat dari sumbangan kolektif kita dunia dapat melihat Amerika, negeri terbesar di dunia, sebuah negeri dari negeri-negeri, sebuah negeri yang terdiri dari berbagai agama dan kebudayaan.

Sejak peristiwa tragis tanggal 11 September, kita semua telah semakin menghargai heroisme diam-diam dari orang yang memeluk berbagai agama, menjalankan kehidupannya, bekerja, mencintai keluarganya dan sesamanya, membangun masyarakatnya dan menyembah Tuhannya.

Terkadang, kehidupan sehari-hari berubah menjadi heroisme umum. Tidak pernah hal ini melebihi apa yang terjadi pada tanggal 11 September dan hari-hari berikutnya, ketika ratusan petugas pemadam api dan polisi serta orang lainnya mengambil risiko kehilangan nyawa dan bahkan memberikan nyawa mereka guna menolong warga lainnya.

Kami merasa terhormat bahwa tiga dari pahlawan diam-diam dari peristiwa 11 September ini ada di antara kita malam ini. Adil Almonpaser adalah petugas divisi intelijen Departemen Kepolisian Kota New York. (Tepuk tangan). Dengan risiko besar terhadap nyawanya, Petugas Almonpaser-apakah saya bisa mengucapkan namanya lebih baik? (Tertawa)-menolong menyelamatkan para korban dari reruntuhan dan memastikan keamanan di Lantai Satu. Dan kami salut kepada Anda, Pak. Terima kasih (Tepuk tangan)

Idris Bey adalah teknisi darurat medis Dinas Pemadam Kebakaran New York. Pada tanggal 11 September, Saudara Bey berada di Lantai Satu, menolong nyawa orang dan membantu mereka yang terluka. Saudara Bey. (Tepuk tangan)

Imam Izak-El Pasha adalah imam Masjid Malcolm Shabazz dan imam bagi Muslim Dinas Kepolisian New York. Di samping tugasnya yang begitu baik dan banyak bagi komunitasnya, Imam Pasha siap siaga selama 24 jam, tanpa kenal lelah menghibur keluarga para korban, memberi nasihat kepada petugas penyelamat dan mengatur upacara penghormatan. Beribu-ribu terima kasih. (Tepuk tangan)

Saya harus berhenti sejenak dan berkata bahwa mereka adalah teman-teman baik saya di New York - (tertawa) - karena saya sendiri adalah warga New York dan kita sudah berbicara seperti apa rasanya menjadi warga Harlem dan tumbuh dalam masyarakat itu, dan saya senang menyaksikan tugas Anda di sana dan semua rekan Anda. Maka kepada ketiga rekan saya sesama warga New York ini, saya sungguh bahagia bisa bersama dengan Anda malam ini di sini untuk menyampaikan rasa hormat kepada Anda.

Dan saya tahu, bahwa ketika saya menyampaikan penghormatan kepada Anda, saya berbicara atas nama seluruh bangsa Amerika ketika saya mengucapkan terima kasih atas pengabdian Anda pada tugas Anda, pada sesama rekan pria dan wanita Anda, pada kehidupan, pengabdian Anda pada kehidupan.

Kawan-kawan, sesudah peristiwa 11 September, kita juga sudah memberi tangapan secara tegas atas penderitaan jutaan kaum Muslimin di Afganistan. Hari ini, dan setiap hari selama Ramadan, marilah kita tujukan perhatian kita pada rakyat Afganistan yang masih mampu berbuka puasa hari ini, berkat bantuan dari masyarakat internasional yang menyediakannya. Kita bangga bahwa negeri kita, Amerika Serikat, sudah lama menjadi negara penyumbang yang murah hati bagi kaum pengungsi Afganistan.

Tapi bantuan kemanusiaan jangka pendek tidaklah cukup. Maka kita tengah bekerja sama dengan masyarakat internasional dan rakyat Afganistan untuk membantu mereka membangun kembali negeri mereka. Kita juga tengah bekerja sama dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk membantu rakyat Afganistan membentuk sebuah pemerintahan baru, pemerintah yang mewakili semua latar belakang geografis dan etnis dan yang akan mengizinkan pengungsi pulang ke rumah - dan sebuah pemerintahan baru di Afganistan yang akan menghormati hak-hak wanita untuk ikut serta dalam pemerintah tersebut. (Tepuk tangan)

Izinkanlah saya berkata bahwa selagi kita memperjuangkan kampanye ini, sementara kita menyaksikan peperangan hari demi hari di pesawat televisi kita, rekan-rekan saya dan saya sendiri di Departemen Luar Negeri ini, Presiden Bush dan para pembantunya di Gedung Putih, setiap hari kami bertemu dan kami mereka-reka masa depan, di luar kampanye militer tersebut. Kami mereka-reka apa yang akan dibutuhkan Afganistan nantinya.

Dan boleh saya katakan bahwa Presiden dan semua orang di pemerintahan bertekad akan melakukan apa pun yang diperlukan dalam program bantuan kemanusiaan bagi rakyat Afganistan yang menderita. Tapi, di luar itu, kami tidak akan keluar begitu saja. Kami bertekad akan membangun kembali masyarakat tersebut dan memberi mereka semua suatu harapan - bukan saja harapan, tapi realitas kehidupan yang lebih baik bagi mereka dan anak cucu meeka. Itulah tekad kami. (Tepuk tangan)

Ramadan juga menjadi saat untuk banyak berdoa dan berpuasa bagi pemeluk agama Islam. Tahun ini juga menjadi saat untuk merenung bagi seluruh bangsa Amerika. Kurang dari tiga bulan setelah tragedi 11 September, kita semua meneliti kehidupan kita dan menegaskan kembali pentingnya keluarga, agama dan negara. Sesungguhnya, bulan Ramadan tahun ini adalah Ramadan pertama bagi warga Amerika non-Muslim yang menjadi sadar akan begitu pentingnya bulan ini pertama kali dalam hidup mereka.

Tapi masih banyak yang tidak tahu dan bingung tentang Islam, dan hal itu menjadi kesempatan bagi kami yang bukan Muslim untuk belajar dari Anda semua. Saya berharap agar Anda semua yang berada di sini akan memanfaatkan kesempatan ini untuk berbicara dengan non-Muslim di seluruh komunitas Anda tentang agama Anda, untuk membantu kami saling belajar, memahami dan menghargai, dan bahwa Anda akan mendorong orang lain agar sebaliknya berbicara dengan Anda tentang agama mereka.

Dan saya sudah mendengar kisah-kisah yang mengagumkan tentang apa yang sudah Anda lakukan: mendekati umat Kristen dan Yahudi dan membuat kami semua sadar bahwa kita semua - kita semua adalah makhluk dan anak-anak dari satu Tuhan yang Maha Pengasih dan kita harus menyadari bahwa saling mengasihi berarti beriman kepada Tuhan kita.

Saya sangat tersentuh dengan sejumlah percakapan di meja kita, saat kita berbicara tentang diskriminasi kita berbicara tentang pandangan miring, ketika kita berbicara betapa kita harus peka satu sama lain dan peka pada keragaman yang kita semua wakili. Ini sangat menyentuh hati saya karena saya sendiri minoritas. Saya sudah mendapat pandangan miring. Saya tidak akan pernah lupa pada latar belakang saya; saya tidak akan pernah lupa pada apa yang sudah dilakukan oleh mereka yang mendahului saya sehingga saya bisa menempati posisi saya sekarang ini.

Maka saya hanya ingin Anda semua tahu malam ini bahwa, sambil saya terus menjalankan tugas saya sebagai Menteri Luar Negeri, dan sambil saya merenungkan apa yang harus kita lakukan sebagai sebuah bangsa untuk bergerak maju, dan bagaimana kita bisa lepas dari krisis ini, saya selalu bersikap peka terhadap isu-isu yang sudah dikemukakan malam ini dalam kainnya dengan pandangan miring, dengan diskriminasi.

Dan saya ingin meyakinkan Anda bahwa Presiden Bush pun peka terhadap masalah ini. Saya pikir beliau sudah menunjukkan sikap tersebut dengan mengunjungi kaum Muslimin, dengan berkunjung ke tempat-tempat ibadah, dengan kepekaannya selama periode ini pada perasaan dan aspirasi kaum Muslimin. Dan saya kira Anda semua juga sudah melihat pada diri Ibu Negara dan apa yang sudah beliau lakukan. Dan saya tahu malam ini saya bisa berkata kepada Anda semua dengan penuh keyakinan bahwa Menteri Luar Negeri ini bersama semua rekan kerja saya berkumpul di sini malam ini untuk menunjukkan kepekaan terhadap isu ini. (Tepuk tangan)

Saya menyampaikan terima kasih kepada Anda semua yang hadir pada malam ini. Mudah-mudahan Anda senang bersama kami, dan kami doakan Anda semua selamat tiba di rumah.

Terima kasih banyak. (Tepuk Tangan)

(Dibagikan oleh kator Informasi Internasional Departemen Luar Negeri A.S. Situs: http://usinfo.state.gov)

kembali ke atas

bottom rule
Apa yang terbaru  | Milis | Indeks situs ini  |  Webmaster  |  Arsip | Cari |  Deplu AS | Dephankam AS

Alamat: Jl. Merdeka Selatan 4-5, Jakarta 10110, Indonesia. Telepon (62-21) 3435-9000; Faksimil: (62-21) 3435-9922
Informasi visa silakan hubungi Kedutaan Amerika di (62-21) 3435-9000 ext 9050. Jam kerja: 07:30 - 16:00
Senin - Jumat.

Link ke situs Internet yang bukan milik pemerintah Amerika bukan berarti bahwa pemerintah Amerika menyetujui sudut pandang organisasi tersebut.

Home page ini dibuat dan dipelihara oleh Pusat Informasi Kedutaan Amerika, pusat informasi terlengkap untuk kebijakan luar negeri Amerika, dengan akses ke sumber-sumber informasi cetak dan elektronik yang sangat beraneka ragam.