|



Oleh Richard
Middleton
Daftar
Isi
*Ketersediaan dan Kelangkaan Air
*Penggunaan -- dan
Penyalahgunaan -- Sumber Air
Keuntungan-keuntungan
Konservasi di Boston, Massachusetts
*Bergerak ke Depan
Penyediaan Air
Alternatif yang dikelola oleh Masyarakat di
Tegucigalpa, Honduras
Sanitasi di
tempat (On-site Sanitation) untuk Abad ke-20: VIP dan
PF
*Contoh-contoh Praktis
Pengolahan
Limbah yang Menghasilkan: Budidaya Air dengan Rumput
Bebek
*Pengumpulan Sanitasi
*Kesimpulan
Daftar Pustaka
Kontak
ir merupakan unsur
utama bagi hidup kita di planet ini. Kita mampu bertahan
hidup tanpa makan dalam beberapa minggu, namun tanpa air
kita akan mati dalam beberapa hari saja. Dalam bidang
kehidupan ekonomi modern kita, air juga merupakan hal
utama untuk budidaya pertanian, industri, pembangkit
tenaga listrik, dan transportasi.
Semua orang berharap bahwa seharusnya air diperlakukan
sebagai bahan yang sangat bernilai, dimanfaatkan secara
bijak, dan dijaga terhadap cemaran. Namun kenyataannya
air selalu dihamburkan, dicemari, dan disia-siakan.
Hampir separo penduduk dunia, hampir seluruhnya di
negara-negara berkembang, menderita berbagai penyakit
yang diakibatkan oleh kekurangan air, atau oleh air yang
tercemar. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, 2 miliar
orang kini menyandang risiko menderita penyakit murus
yang disebabkan oleh air dan makanan. Penyakit ini
merupakan penyebab utama kematian lebih dari 5 juta
anak-anak setiap tahun.
Sumber-sumber air semakin dicemari oleh limbah
industri yang tidak diolah atau tercemar karena
penggunaanya yang melebihi kapasitasnya untuk dapat
diperbaharui. Kalau kita tidak mengadakan perubahan
radikal dalam cara kita memanfaatkan air, mungkin saja
suatu ketika air tidak lagi dapat digunakan tanpa
pengolahan khusus yang biayanya melewati jangkauan sumber
daya ekonomi bagi kebanyakan negara.
Banyak orang memang memahami masalah-masalah
pencemaran dan lingkungan yang biasanya merupakan akibat
perindustrian, tetapi tetap saja tidak menyadari
implikasi penting yang dapat terjadi. Sebagian besar
penduduk bumi berada di negara-negara berkembang; kalau
orang-orang ini harus mendapatkan sumber air yang layak,
dan kalau mereka menginginkan ekonomi mereka berkembang
dan berindustrialisasi, maka masalah-masalah yang kini
ada harus disembuhkan. Namun bagaimanapun masalah
persediaan air tidak dapat ditangani secara terpisah dari
masalah lain. Buangan air yang tak layak dapat mencemari
sumber air, dan sering kali tak teratasi.
Ketidaksempurnaan dalam layanan pokok sistem saluran
hujan yang kurang baik, pembuangan limbah padat yang
jelek juga dapat menyebabkan hidup orang sengsara. Oleh
karena itu, meskipun makalah ini memusatkan diri terutama
pada air dan sanitasi, dalam jangka panjang akan sangat
penting memikirkannya dari segi pengintegrasian
layanan-layanan lingkungan ke dalam suatu paket
pengelolaan air, sanitasi, saluran, dan limbah padat yang
komprehensif.
Ketersediaan
dan Kelangkaan Air
Air merupakan elemen yang paling melimpah di atas
Bumi, yang meliputi 70% permukaannya dan berjumlah
kira-kira 1,4 ribu juta kilometer kubik. Apabila dituang
merata di seluruh permukaan bumi akan terbentuk lapisan
dengan kedalaman rata-rata 3 kilometer. Namun hanya
sebagian kecil saja dari jumlah ini yang benar-benar
dimanfaatkan, yaitu kira-kira hanya 0,003%. Sebagian
besar air, kira-kira 97%, ada dalam samudera atau laut,
dan kadar garamnya terlalu tinggi untuk kebanyakan
keperluan. Dari 3% sisanya yang ada, hampir semuanya,
kira-kira 87 persennya,tersimpan dalam lapisan kutub atau
sangat dalam di bawah tanah.
Dalam satu tahun, rata-rata jumlah tersebut tersisa
lebih dari 40.000 kilometer kubik air segar yang dapat
diperoleh dari sungai-sungai di dunia. Bandingkan dengan
jumlah penyedotan yang kini hanya ada sedikit di atas
3.000 kilometer kubik tiap tahun. Ketersediaan ini
(sepadan dengan lebih dari 7.000 meter kubik untuk setiap
orang) sepintas kelihatannya cukup untuk menjamin
persediaan yang cukup bagi setiap penduduk, tetapi
kenyataannya air tersebut seringkali tersedia di
tempat-tempat yang tidak tepat. Misalnya, lembah sungai
Amazon memiliki sumber yang cukup tetapi mengekspor air
dari sini ke tempat-tempat yang memerlukan adalah tidak
ekonomis.
Selain itu, angka curah hujan sering sangat kurang
dapat dipercaya, sehingga persediaan air yang nyata
sering jauh di bawah angka rata-rata yang ditunjukkan.
Pada musim penghujan, hujan sangat hebat, namun biasanya
hanya terjadi beberapa bulan setiap tahun; bendungan dan
tandon air yang mahal diperlukan untuk menyimpan air
untuk bulan-bulan musim kering dan untuk menekan
kerusakan musibah banjir. Bahkan di kawasan-kawasan
"basah" ini angka yang turun-naik dari tahun ke
tahun dapat mengurangi persediaan air yang akan terasa
secara nyata. Sedangkan di kawasan kering seperti Sahel
di Afrika, masa kekeringan yang berkepanjangan dapat
berakibat kegagalan panen, kematian ternak dan
merajalelanya kesengsaraan dan kelaparan.
Pembagian dan pemanfaatan air selalu merupakan isu
yang menyebabkan pertengkaran, dan sering juga emosi.
Keributan masalah air bisa terjadi dalam suatu negara,
kawasan, ataupun berdampak ke benua luas. Di Afrika,
misalnya, lebih dari 57 sungai besar atau lembah danau
digunakan bersama oleh dua negara atau lebih; Sungai Nil
oleh sembilan, dan Sungai Niger oleh 10 negara. Sedangkan
di seluruh dunia, lebih dari 200 sungai, yang meliputi
lebih dari separo permukaan bumi, digunakan bersama oleh
dua negara atau lebih. Selain itu, banyak lapisan sumber
air bawah tanah membentang melintasi batas-batas negara,
dan penyedotan oleh suatu negara dapat menyebabkan
ketegangan politik dengan negara tetangganya.
Karena air yang dapat diperoleh dan bermutu bagus
semakin langka, maka percekcokan dapat semakin memanas.
Di seluruh dunia, kira-kira 20 negara, hampir semuanya di
kawasan negara berkembang, memiliki sumber air yang dapat
diperbarui hanya di bawah 1.000 meter kubik untuk setiap
orang, suatu tingkat yang biasanya dianggap kendala yang
sangat mengkhawatirkan bagi pembangunan, dan 18 negara
lainnya memiliki di bawah 2.000 meter kubik untuk tiap
orang.
Lebih parah lagi, penduduk dunia yang kini berjumlah
5,3 miliar mungkin akan meningkat menjadi 8,5 miliar pada
tahun 2025. Beberapa ahli memperkirakan bahwa tingkat itu
akan menjadi stabil pada angka 16 miliar orang. Apapun
angka terakhirnya, yang jelas ialah bahwa tekanan yang
sangat berat akan diderita oleh sumber-sumber bumi yang
terbatas. Dan laju angka kelahiran yang tertinggi justru
terjadi tepat di daerah yang sumber-sumber airnya
mengalami tekanan paling berat, yaitu di negara-negara
berkembang.
Dalam tahun-tahun belakangan ini, sebagian besar angka
pertumbuhan penduduk terpusat pada kawasan perkotaan.
Pertumbuhan penduduk secara menyeluruh di negara-negara
berkembang kira-kira 2,1 persen setahun, tetapi di
kawasan perkotaan lebih dari 3,5%. Daerah kumuh perkotaan
atau hunian yang lebih padat di kota yang menyedot
pemukim baru termiskin tumbuh dengan laju sekitar 7%
setahun.
Hunian pinggiran yang lebih padat sering dibangun
secara membahayakan di atas tanah yang tak dapat
digunakan untuk apapun, seperti bukit-bukit terjal yang
labil atau daerah-daerah rendah yang rawan banjir.
Kawasan semacam itu tidak sesuai dengan perencanaan kota
yang manapun, dipandang dari segi tata-letak ataupun
kebakuan. Karena kawasan semacam itu dianggap sah secara
hukum dan bersifat "darurat", pemerintah kota
biasanya tidak cepat melengkapinya dengan prasarana
seperti jalan, gedung sekolah, klinik kesehatan, pasokan
air, dan sanitasi. Namun sebenarnya hunian semacam ini
tak pelak akan menjadi pola bagi kota yang harus dilayani
dengan prasarana modern; hal ini mempunyai
implikasi-implikasi baik untuk pemecahan secara teknis
maupun secara lembaga yang akan diperlukan sebagai syarat
supaya segala layanan mencapai semua orang dan
berkesinambungan.
Di sementara negara, masalah terbesar mengenai
persediaan air berkembang bukan hanya dari masalah
kelangkaan air dibanding dengan jumlah penduduk,
melainkan dari kekeliruan menentukan kebijakan tentang
air, dan baru menyadari masalah-masalah tersebut lama
setelah akibat yang tak dikehendaki menjadi kenyataan.
Jadi meskipun penambahan investasi dalam sektor ini
diperlukan, penambahan itu perlu disertai dengan
perubahan: Prioritas utama haruslah pada cara pemanfaatan
paling bijak terhadap investasi besar yang telah ditanam
dalam sektor ini setiap tahun.
Penggunaan -- dan
Penyalahgunaan -- Sumber Air | Daftar Isi
|
|