Di Tegucgalpa, Honduras, menyebarnya "barrios marginales" (daerah pemukiman liar) di banyak dataran tinggi yang sulit dicapai menyebabkan kelangkaan air yang parah. Masyarakat terpaksa membeli sejumlah kecil air dari pedagang keliling dengan harga mahal. SANAA (badan yang menangani air dan sanitasi nasional Honduras) mendirikan sebuah kelompok istimewa, UEBM (Unit Barrios Marginales) untuk mengurusi masalah penyediaan air di kawasan tersebut. UEBM membantu dengan mendirikan tiga jenis sistem:
Unsur kunci perencanaan ini adalah peranan Himpunan Masyarakat Air dalam membangun dan mengatur sistem-sistem tersebut yang bisa sepenuhnya mandiri, sementara kelompok ini juga mampu menyediakan air dengan biaya lebih rendah. Sebagian besar pemasukan yang diperoleh menjadi dana berputar yang dipakai membantu mengembangkan sistem semacam itu di kelompok masyarakat lainnya. Sisanya dipakai untuk membantu mengembangkan proyek-proyek pengembangan lainnya (seperti sanitasi atau pembangunan jalan) di masyarakat pemilik dana tersebut. Dalam waktu lima tahun, perencanaan seperti ini telah mampu melayani hampir 50.000 orang. Tetapi, meskipun pemecahan inovatif ini mampu membuat air menjadi lebih terjangkau, masyarakat di "barrios marginales" masih membayar 50% lebih mahal dibanding rumah-rumah tangga umum lainnya yang bisa sambung dengan jaringan kota. |
untuk berbagai kebutuhan untuk irigasi, sebagai ganti air yang diambil dari lapisan sumber air bawah tanah, untuk memasukkan air ke jaringan-jaringan tersebut di sepanjang pantai guna mencegah perembesan air garam, dan dengan kewaspadaan yang benar, bisa dipakai untuk kebutuhan rumah tangga. Selain itu, unsur hara dalam limbah sebaiknya tidak begitu saja dibuang sehingga menyebahkan terjadinya rawa-rawa (eutrophication) di saluran-saluran dan sungai-sungai. "Setiap hari beribu-ribu ton unsur hara seperti nitrogen, fosfor, dan potasium, mengalir dari desa ke kota dalam bentuk makanan. Di seluruh dunia, lebih dari 2/3 unsur hara yang terdapat dalam limbah manusia di buang ke lingkungan dalam bentuk limbah cair yang tidak diolah," tulis Lester Brown dan Jodi Jacobson dari Institut Wordwatch. Dan, tentu saja, unsur hara yang hilang ini pada akhirnya harus diganti dengan pupuk petrokimia.
Proses pengambilan keputusan juga perlu diperbaiki. Terlalu banyak usulan proyek yang diterima hanya berdasarkan rendahnya biaya modal awal, tanpa mempertimbangkan faktor-faktor penting lainnya yang berhubungan dengan ketahanan (sustainability). Keputusan-keputusan seharusnya paling tidak didasarkan pada "biaya masa siklus" (life-cycle cost) yang meliputi semua biaya yang dibutuhkan untuk menjaga investasi yang diusulkan supaya tetap terawat dan beroperasi dengan efisien. Pertimbangan penting lainnya ialah bahwa sebenarnya ada pemecahan yang bisa dirancang secara lokal dan padat karya sehingga menciptakan banyak lapangan kerja. Pemecahan semacam ini memiliki kesempatan lebih besar untuk bisa terus beroperasi dan dengan demikian memberikan keuntungan jangka panjang, sementara pemecahan berteknologi tinggi sering macet setelah kerusakan ringan pertama tak bisa diperbaiki. Sayang, di tingkat atas sering ditemukan persekongkolan rahasia tak disengaja yang jauh lebih condong pada pemecahan modern dan canggih. Juga, buku-buku teks dan bahan-bahan untuk memberi gambaran pendekatan yang lebih sesuai sangat kurang. Selain itu, terbentang jurang lebar antara kenyataan ekonomi dan finansial pada banyak analisis proyek. Sebuah cara, "penyusutan perputaran uang", dipakai sebagai pembenaran ekonomi untuk menunda penanaman modal sampai tahap kedua yang dianggap pantas dikerjakan.
Untuk tingkat nasional, hal itu mungkin merupakan kebijakan yang bagus, tetapi sukar dimengerti oleh pemerintah daerah yang melulu harus berurusan dengan masalah keuangan dan mungkin tidak akan pernah lagi memiliki kesempatan untuk mendapat bantuan dari luar. Demikian juga, pengangguran dan setengah pengangguran dalam istilah ekonomi berarti buruh dapat "dihargai secara semu", yakni hanya bernilai satu bagian kecil saja dari biaya yang sesungguhnya. Tetapi, pemerintah kota tidak bisa menggaji pekerjanya serendah itu. Secara umum, kesenjangan antara lembaga lokal dan mereka yang berpikir secara makro ekonomis perlu dijembatani.
Selanjutnya, akibat jangka panjang yang tak bisa diperbaiki, misalnya kemerosotan mutu lingkungan dan habisnya sumber daya, perlu dinilai secara lebih realistis, supaya pengurasan dan pencemaran air oleh industri dan kota bukan lagi merupakan strategi yang secara komersial dianggap sehat.
Dampak kesehatan layanan air dan sanitasi merupakan
contoh khusus dari biaya dan manfaat jangka panjang yang
sering diabaikan. Pengembangan yang tidak seimbang
(meningkatnya kuantitas persediaan air tanpa menyediakan
sarana pembuangan limbah air atau sarana sanitasi pokok)
secara politis memang populer, tetapi mungkin tidak
menaikkan tingkat kesehatan sebab lingkungan tetap
tercemar. Limbah industri yang tidak ditangani mungkin
akan menimbulkan masalah kesehatan di kemudian hari.
Dengan dampak kesehatan yang mungkin belum diketahui dari
zat-zat kimia modern yang baru akhir-akhir ini saja
ditemukan, industri dan pencemar potensial lainnya harus
menanggung kewajiban untuk membuktikan bahwa
kegiatan-kegiatan yang mereka rencanakan tidak merugikan.
Hal ini terutama karena banyak industri membuang
kombinasi zat kimia yang berpotensi merugikan sehingga
lembaga-lembaga perlindungan tidak bisa mengantisipasi
dan mengevaluasi buangan ini dengan sumber referensi yang
mereka miliki.
Kakus yang ditingkatkan dan diberi ventilasi (VIP) memecahkan dua problem utama kakus di luar rumah: bau dan lalat. Dengan memasang sebuah pipa ventilasi berdiameter besar dari lubang kakus ke atas atap, terjadilah aliran udara di ujung atas pipa. Lalat dikendalikan dengan memasang sebuah kasa di ujung atas pipa; tiap lalat yang menetas di dalam kakus terbang ke atas pipa dan dijebak oleh kasa itu, dan mati. Jika ada dua lubang kakus, maka yang satu digunakan selama beberapa tahun sampai hampir penuh kemudian diistirahatkan sementara lubang yang kedua bisa digunakan. Pada saatnya kemudian, isi lubang kakus yang pertama sudah berubah menjadi humus dan bisa digali serta digunakan dengan aman untuk tanah. Meskipun pada awalnya adalah teknologi pedesaan, VIP sudah memperoleh pengakuan luas di daerah-daerah perkotaan, terutama di Afrika. VIP sangat akomodatif, bisa menerima berbagai bahan yang dipakai untuk membersihkan setelah buang air besar. Tetapi, sebagian besar penduduk dunia hanya menggunakan air untuk membersihkan. Karena itu, mereka bisa memasangkan kakus yang memiliki air sebagai penutup lubangnya (water-sealed unit), yang bisa disiram dengan tangan dengan menggunakan sedikit air. |
Jenis toilet siram (PF) memiliki wadah yang secara hidraulis efisien dan dapat disiram dengan beberapa liter air saja, yang dihubungkan ke sepasang lubang pelarut yang dipakai secara bergantian. (Seperti VIP, lubang ini bisa dikosongkan setelah beberapa tahun dan humusnya bisa dipakai untuk menyuburkan tanah). Karena air tersimpan rapat dalam wadah, toilet ini bisa dipasang di dalam rumah. Jenis sanitasi ini sangat disukai di sebagian besar Asia, Amerika latin, Timur Tengah, dan Afrika utara. Biayanya sebanding dengan VIP, toilet PF jauh lebih murah daripada WC konvensional yang dihubungkan ke saluran pembuangan atau tanki septik. Meskipun memerlukan air (sekitar 2 liter untuk sekali siram), toilet ini masih lebih hemat juga dibandingkan dengan WC konvensional. Suatu keputusan penting yang dibuat oleh pemerintah India selama tahun-tahun belakangan ini adalah membatasi pembuatan sistem saluran pembuangan baru. Perencanaan Terpadu Sanitasi Biaya Rendah Pemerintah Pusat dengan dana sekitar $65 juta untuk periode 1990-1997 membantu masyarakat di daerah-daerah perkotaan memperbaiki sanitasi mereka dengan memasang toilet-toilet PF. Untuk masyarakat berpenghasilan rendah, 45% dari biaya kakus itu merupakan pemberian gratis, dan yang 50% adalah pinjaman. Jadi, mereka hanya perlu menyumbang 5% dari sumber mereka sendiri. |
Kebanyakan dari sektor ini "yang terbaik adalah musuhnya yang baik". Sementara peraturan kesehatan masyarakat mengharuskan rumah-rumah untuk memiliki sambungan saluran pembuangan, izin resmi untuk membuat lubang kakus sering ditolak, meskipun kakus ini bisa memberikan tingkat kesehatan yang tinggi, sedangkan sistem saluran pembuangan mungkin untuk selamanya di luar jangkuan kemampuan banyak orang. Demikian juga, keharusan untuk menggunakan teknologi tinggi untuk mengolah air sebelum dipakai untuk irigasi hanya menghasilkan irigasi yang tidak sah yang menggunakan air limbah mentah, karena fasilitas pengolahan yang diharuskan tidak terbeli dan sumber air lainnya tidak ada.
![]() |
Seri
Makalah Hijau Redaktur: Rick Marshall, Kathleen E. Hug Penerjemah: Tim Penerjemah IKIP Malang |
|
Home Page Kedutaan AS
Pusat
Informasi Kedutaan AS | Informasi
Visa | American
Citizen Services
Link ke situs Internet yang bukan milik pemerintah Amerika bukan berarti bahwa pemerintah Amerika menyetujui sudut pandang organisasi tersebut.
Home page ini dibuat dan dipelihara oleh Pusat Informasi Kedutaan Amerika, pusat informasi terlengkap untuk kebijakan luar negeri Amerika, dengan akses ke sumber-sumber informasi cetak dan elektronik yang sangat beraneka ragam.