HOME PAGE BAHASA INDONESIA

Terbitan Public Affairs Section | Tanggapan Pembaca

Great Plains "Dataran Raya" - Ian Frazier
 

BACA BAB PERTAMA

GREAT PLAINS
Dataran Raya

Bagian: 1 | 2 | 3 | 4

Di mana persisnya Great Plains bermula dan berakhir tidak selalu dapat dipastikan. Ke arah barat, sesekali dataran itu terus melewati jajaran depan Rocky Mountains, melalui pebukitan di kaki gunung di sepanjang jalan menuju Continental Divide. Ke arah utara, tanah datar merentang melampaui Arctic Circle (Lingkaran Kutub Utara), tetapi jauh sebelumnya, padang prairi memberi jalan bagi hutan-hutan pinus. Di kawasan barat daya, perubahan dari tanah berumput setengah gersang menjadi padang pasir yang sesungguhnya, berlangsung dengan tiba-tiba di beberapa tempat, dan dengan lambat laun di beberapa tempat lainnya. Dari seluruh perbatasan Great Plains, batas wilayah timur merupakan yang paling sukar ditetapkan. Banyak ahli geografi dan ahli botani mengatakan bahwa Great Plains berawal dari garis bujur ke-100, lantaran inilah kira-kira batas wilayah curah hujan tahunan 20 inci [l inci = 2,54 sentimeter]. Sebelum kedatangan orang-orang Eropa, batas ini kurang lebih terletak di akhir rerumputan tinggi di Timur dan di awal rerumputan rendah di Barat. (Garis bujur ke-100 merupakan garis timur juluran wilayah Texas; dalam peta 48 negara bagian berdataran rendah yang dilipat menjadi dua, ini terletak di tengah, sedikit ke arah kanan.) Karena curah hujan tidak pernah sama banyaknya dalam dua tahun berturut-turut, batas timur ini selalu berubah. Kadangkala di beberapa titik, batas ini bersinggungan dengan sungai Missouri; sisi timur sungai tersebut menjadi berwarna hijau dan subur, sisi sebelah baratnya coklat dan berdebu dengan suasana yang bagus untuk film koboi. Para petani sama sekali tidak bisa menanam jagung, atau beternak sapi, atau melakukan pertanian bergaya Eropa dengan curah hujan di bawah 20 inci, dan manakala mereka pertama kali bergerak menuju Great Plains, terkadang mereka mengalami kesulitan untuk meminjam uang. Banyak bank dan perusahaan asuransi menetapkan kebijakan untuk tidak meminjamkan uang bagi kegiatan pertanian di sebelah barat garis bujur ke-100. Jadi, terlepas dari soal apakah hujan berhenti persis di garis bujur ke-100, kadang-kadang banyak pejabat yang berwenang meminjamkan uang tetap mengambil kebijakan itu. Jadi jika Anda gagal memperoleh bantuan mereka, itu berarti Anda berada di Great Plains.
Masuk akal kalau lembaga keuangan tradisional akan menolak bantuan keuangan di sana, karena Great Plains sama sekali tidak memenuhi syarat sebagai kawasan hunian. Sesungguhnya, Great Plains barangkali telah lebih banyak dilukiskan dalam pengertian-pengertian yang tidak mencerminkan keadaan yang senyatanya. Kawasan itu tidak berhutan; lapisan bawah tanahnya tidak cukup lembab bagi akar-akar pohon. Kita bisa pergi menyusuri sepanjang jalan sana tanpa pernah melihat pohon sebatang pun. Itu bukan pula kawasan pegunungan (meskipun ini mencakup pebukitan Black Hills di South Dakota dan pegunungan Bearpaw Mountains di Montana serta pebukitan Cypress Hills di Kanada), dan kawasan itu pun bukan Tanah Seribu Danau (kendati dulu ini mempunyai banyak mata air berdanau, dan ratusan sungai serta anak sungai, dan cadangan air bawah tanah yang volumenya sama dengan volume Danau Huron), dan kawasan itu juga bukan tanah pertanian yang standar (walau ini memproduksi ekspor dua per tiga gandum dunia, dan dapat menghasilkan lebih dari itu). Dan meskipun kawasan itu menderita kekeringan berkala setiap sekitar 20 tahun sejak orang-orang kulit putih pertama kali bermukim di sana, serta jutaan ekar tanah telah berubah menjadi padang pasir; dan meskipun Zebulon Pike---yang kebetulan mengambil rute yang melintasi kawasan pebukitan berpasir itu saat ia melakukan eksplorasi bagi pemerintah pada tahun 1806-1807---membandingkan Great Plains dengan gurun pasir-gurun pasir Afrika; dan meskipun para anggota ekspedisi berikutnya, tahun 1819-1820, sependapat dengan Pike dan menerbitkan sebuah peta dengan kata-kata "Great Desert" (Gurun Raya di atas dataran sebelah selatan; dan meskipun atlas yang populer buatan tahun 1822 memperluas sebutan itu atas kawasan yang lebih luas serta dalam edisi lain mengubahnya menjadi "Great American Desert" (Gurun Raya Amerika);dan meskipun kawasan itu telah muncul lima puluh tahunsesudahnya di jantung Amerika Utara di atas peta danglobe, dan generasi demi generasi mahasiswa geografi bertanya-tanya dan berangan-angan untuk pergi ke sana, Great Plains sama sekali bukan gurun pasir.
Orang kulit putih belum berpikir untuk pindah ke Great Plains secara besar-besaran sampai Perang Saudara usai. Ketika akhirnya mereka benar-benar pindah ke sana, para promotor jalur kereta api, para gubernur negara bagian-negara bagian Barat yang masih kosong, sindikat-sindikat penjual tanah, komunitas emigran, para ilmuwan, orang-orang yang mengaku sebagai ilmuwan, para politisi dari sekian banyak negara bagian Timur yang sudah padat, para petugas Survei Geologi AS, Walt Whitman, The New York Times, The New York Tribune, semuanya dengan lantang mengiklankan Great Plains sebagai daerah surga. Gagasan mengenai Great American Desert pun menjadi penuh cercaan dan pembelaan. Ajaibnya, Great Plains dihijaukan oleh hujan yang turun deras beberapa kali, persis menjelang tibanya suatu gelombang pemukim lagi di sana. Orang-orang mengira bahwa mereka akan dapat memetik sekiankali panenan yang sukses dan dapat membayar kembali segala biaya yang dicurahkan untuk usaha ini. Pada masa 1870-an dan 1890-an, dan pada tahun 1918-1924, dan yang paling luar biasa pada 1930-an, kemarau memukul balik sebagian dari gelombang para pemukim ini. Sejak hari-harinya sebagai Great Desert, Great Plains sekaligus telah menjadi daerah Frontier [kawasan perambahan, atau lahan baru untuk kegiatan eksploitasi atau pembangunan, Webster] (sesuatu yang dianggap begitu penting dalam pembentukan karakter Amerika), "a newer garden of creation" (taman penciptaan yang baru, frase Whitman), Breadbasket of the World (Keranjang Roti Dunia), The Dust Bowl (Mangkuk Debu), Vanishing Rural America (Pedesaan yang Menghilang). Great Plains mirip dengan selembar layar dimana untuk sementara waktu orang-orang Amerika memutar impian mereka, dan kemudian melupakan sebagian besarnya. Sejak 1930, dua per tiga dari seluruh county (wilayah setingkat kabupaten) di Great Plains kehilangan warganya. Sekitar lima belas tahun yang silam, Great Plains muncul kembali, secara singkat, sebagai bagian dari The New Energy Frontier. Great Plains mengandung lebih dari 50 persen cadangan batabara Amerika. Tatkala kita akhirnya kehabisan minyak, mungkin bakal ada orang yang memberi nama yang lain lagi bagi Great Plains.

***

Pada musim gugur tahun 1982, aku pindah dari New York ke Montana. Aku menyewakan apartemenku kepada adik perempuanku, memuati mobil vanku dengan barang-barangku, dan meluncur ke arah barat. Di tengah jalan, aku berhenti di Cleveland untuk menjadi penerima tamu dalam perkawinan adik perempuanku yang satunya lagi. Pada resepsi itu, untuk menghibur gadis-gadis pengiring pengantin,aku makan jangkrik sebesar ibu jari. Lantas, aku bermobil sendirian menyusuri sisi barat kota itu, mendendangkan lagu "Jerusalem" dengan jendela mobil yang terbuka, dan dengan air mata membasahi wajahku. Keesokan paginya aku rasanya ingin memanggil ambulan pengangkut orang mabuk dan berbaring di rumah sakit untuk pemabuk. Nyanyian itu, dan rasa cocokan kaki-kaki jangkrik yang terselip di antara gigiku, terputar kembali dalam cakram rekaman di kepalaku. Aku membawa vanku ke bengkel Mike’s Sohio Service Center untuk disetel kembali, dan setelah itu selesai aku berangkat lagi menuju Chicago. Disana aku tinggal semalam dengan teman-teman, lalu aku meneruskan perjalanan melalui Wisconsin, Minnesota, South Dakota, dan nyaris tak pernah berhenti sampai saat aku melintasi perbatasan negara bagian Montana. Di pinggir sebuah kota kecil, aku ke luar dari jalan raya, mencopot sepatu, menyingkirkan beberapa barang dari atas kasur, dan jatuh tertidur, dengan bensin yang masih berbunyi gemericik samar-samar di dalam tangki.

Bagian: 1 | 2 | 3 | 4

  Excerpt from Great Plains by Ian Frazier, copyright © 1989 by Ian Frazier. Used by arrangement with Farrar, Straus & Giroux, Inc.
All rights reserved.
 
     
  Caution: Users are warned that this work is protected under copyright laws and downloading is strictly prohibited. The right to reproduce or transfer the work via any medium must be secured with Farrar, Straus, & Giroux, Inc.  

Mendapatkan terbitan Public Affairs Section
Buku hasil terjemahan Public Affairs Section bekerja sama dengan penerbit Indonesia dapat dibeli di toko buku terkemuka di kota anda atau langsung dari penerbit.

Khusus untuk penerbit:
Informasi lebih lanjut tentang kesempatan ikut serta dalam program penerjemahan buku Public Affairs Section hubungi Book Program Officer.

Khusus untuk institusi/organisasi:
Informasi lebih lanjut tentang buku-buku yang masih tersedia, hubungi:
Rusmin Darga (
rsdjkt@usia.gov)
Telepon: (021) 344-2211, ext. 2559
Fax: (021) 381-0243


 

 

Home Page Kedutaan AS
Pusat Informasi Kedutaan AS | Informasi Visa | American Citizen Services

Ke atas | Umpan balik

Link ke situs Internet yang bukan milik pemerintah Amerika bukan berarti bahwa pemerintah Amerika menyetujui sudut pandang organisasi tersebut.

Home page ini dibuat dan dipelihara oleh Pusat Informasi Kedutaan Amerika, pusat informasi terlengkap untuk kebijakan luar negeri Amerika, dengan akses ke sumber-sumber informasi cetak dan elektronik yang sangat beraneka ragam.