|
|
   
| |
|
BACA
BAB PERTAMA
|
 |
|
Revolusi
Hijau:
Sebuah Tinjauan
Historis-Kritis Gerakan Lingkungan Hidup di
Amerika Serikat
(The Green Revolution,
The American Environmental Movement, 1962-1992)
oleh Kirkpatrick Sale
Kata Pengantar: Koesnadi
Hardjasoemantri
|
Bab 1
Asal Muasal
Pada akhir musim panas tahun 1962,
seorang ahli biologi kelautan bernama Rachel Carson, yang
pada waktu itu buku-bukunya tentang kehidupan laut masuk
kategori sangat laris, menyuarakan peringatan ini kepada
dunia:
Ketika manusia beranjak maju guna
mencapai tujuannya yakni menaklukkan alam, ia telah
menoreh catatan-catatan mengenai kerusakan mengerikan
yang mengarah bukan saja pada bumi tempat ia tinggal,
tapi juga pada sesama makhluk hidup lainnya. Sejarah
abad-abad belakangan ini, memiliki lembaran-lembaran
gelappembantaian bison besar-besaran di wilayah
barat Amerika, pembunuhan dalam jumlah besar
burung-pantai oleh para pemburu lantaran permintaan
pasar, dan hampir punahnya jenis-jenis burung tertentu
yang diburu karena bulunya yang indah. Saat ini, kepada
pelbagai jenis hewan langka seperti itu, kita menambahi
lagi sebuah babak baru yakni cara pemusnahan jenis
barupembunuhan secara langsung burung-burung,
binatang mamalia, ikan-ikan, dan semua jenis hewan liar
dengan penyemprotan bahan kimia secara serampangan pada
permukaan tanah
.
Pertanyaan kita adalah: apakah ada peradaban yang
dapat melancarkan perang semacam itu terhadap kehidupan
tanpa menghancurkan dirinya sendiri, dan tanpa kehilangan
hak untuk disebut beradab?
Dengan ungkapan kemarahan dan tanpa
kompromi seperti di atas, dapat dikatakan bahwa gerakan
lingkungan modern dimulai.
Buku Silent Spring* sangat
menonjol dan didaftar sebagai salah satu buku paling
laris oleh harian The New York Times selama 31
minggu dan terjual sebanyak lebih dari 500.000 copy.
Sesuatu fenomena yang sangat jarang bagi sebuah buku
non-fiksi yang serius. Kutukannya yang keras dan tuntas
terhadap industri pestisida Amerika, terutama kasusnya
yang mengejutkan melawan DDT, mencapai sebuah
rekoryang memang telah menanti untuk dicapai
dengan jelas menguraikan semakin meningkatnya kecemasan
terhadap teknologi pasca-perang dunia dan juga semakin
tingginya kesadaran akan pentingnya kenyamanan-kenyamanan
non-materi dalam kehidupan. Segera buku itu mendapat
serangan balik dari dunia industri, khususnya industri
kimia yang sampai mengeluarkan dana kampanye sebesar US$
250.000 untuk membuktikan bahwa Carson adalah
"seorang histeris yang dungu". Namun sebaliknya
buku tersebut bahkan memperoleh penghargaan dari National
Wildlife Federation dan Audubon Society, karena itu malah
membuatnya semakin terkenal, dan mengakibatkan semakin
kerasnya perlawanan terhadap penggunaan pestisida yang
berlebihan; dan secara langsung menyebabkan masalah
inipada tahun 1963 dimasukkan ke dalam agenda
laporan Presidential Scientific Advisory Committee
(Komisi Penasihat Ilmiah Presiden) yang justru mendukung
hasil karya Carson dan kritik-kritiknya; dan pada
akhirnya buku itu memainkan peranan penting dalam
perolehan dukungan atas ditetapkannya Pesticide Control
Act tahun 1972, dan Toxic Substance Control Act tahun
1976.
Tetapi lebih dari itu: buku Carson
telah merangsang dinamika kelompok-kelompok lingkungan,
yang sebelumnya tidak diperhatikan kehadirannya, dan
membangkitkan semangat kelompok-kelompok konversi
tradisional dan juga kelompok lainnya yang sebelumnya
tidak pernah memikirkan kepentingan lingkungan dan
kehidupan alam. Max Nicholson, kepala British Nature
Conservancy dan seorang tokoh internasional yang kesohor
menyebutnya, "mungkin merupakan sumbangan paling
besar dan paling efektif dalam membangkitkan opini umum
dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya
ekologi." Sejarawan Amerika, Stephen Fox, bahkan
mengungkapkannya secara lebih tegas: "Buku tersebut
adalah Uncle Tom's Cabin bagi gerakan pencinta
lingkungan modern."
Pada tahun 1960, Rachel Carson
mendapati bahwa benjolan kecil di dadanya ternyata sebuah
kanker ganas, dan operasi yang dijalaninya tidak mampu
mengangkat seluruh kanker itu. Bahkan pada saat ia
menulis buku itu, kesehatannya terus memburuk, sekalipun
mendapat pengobatan"tubuhku terus
gemetar", tulisnya kepada seorang sahabat, "dan
sekarang hanya singkat saja waktu yang
tertinggal"dan di musim semi tahun 1964, pada
usia 56 tahun, sebagai seorang korban dari suatu
zat yang sangat beracun yang ia analisis sendiri dengan
sangat teliti, Carson meninggal. "Hanya manusia
saja, dari antara segala makhluk hidup, dapat
menghasilkan zat-zat penyebab timbulnya kanker... dan
keterbukaan manusia pada zat-zat itu sudah tidak
terkontrol, bahkan zat-zat berbahaya itu jumlahnya
semakin berlipat ganda", tulisnya dalam salah satu
bab yang membahas lingkungan berzat kanker. Dan secara
profetis lanjutnya: "Kita menerima bahan-bahan
penyebab kanker dalam lingkungan kita, dan menerima pula
semua akibatnya."
Ditinjau dari satu segi, tentu saja
keliru bila kita menentukan bahwa gerakan lingkungan di
Amerika Serikat baru dimulai pada musim semi tahun 1962,
karena keprihatinan pada pelbagai bahaya lingkungan telah
tampak secara aktif mulai dari abad ke-19 (bahkan, dari
sejak zaman tokoh seperti Thomas Jefferson) sampai,
dengan abad ke-20 ini. Para seniman dan penulis dari
gerakan Romantik dan gerakan Transendental pada paruh
pertama abad ke-19 meletakkan dasar apresiasi yang kuat
untuk pandangan spektakuler Amerika; suatu kepekaan yang
dibentuk selama paruh kedua abad ke-l9 oleh aktivis dan
para pemerhati lingkungan terkemuka seperti John Muir
(pendiri Sierra Club pada tahun 1892) dan Gifford Pinchot
(Kepala Pengawasan Hutan Amerika yang pertama pada tahun
1905). Sekalipun berhadapan dengan dampak pada sistem
alam dengan berkembangnya industri dan perdagangan,
termasuk badan-badan seperti Pemerintah Federa Korps Zeni
Angkatan Darat, dan Badan Pengawas Kehutanan abad ke-20
melahirkan pelbagai organisasi pecinta lingkungan
(Audubon Society tahun 1905; Izaak Walton League tahun
1922; Wilderness Society tahun 1935; National Wildlife
Federation tahun 1936) dan sejumlah pelopor lingkungan
yang heroik: Aldo Leopold, Joseph Wood Krutch, Rosalie
Edge, dan William O. Douglas yang terkenal di antara
mereka. Kemudian sesudah itu seusai Perang Dunia II para
tokoh pejuang lingkungan seperti Howard Zahniser dari
organisasi Wilderness Society dan David Brower dan Ansel
Adams dari organisasi Sierra Club menjadi terkenal karena
kegigihan mereka menolak bendungan bendungan - bendungan
baru di sungai-sungai kawasan barat Amerika. Buku-buku
yang ditulis oleh Fairfield Osborn Our Plundered
Planet dan karya William Vogt Road to
Survival menjadi buku-buku laris pada tahun 1940-an,
dan menjelang tahun 196O jumlah anggota
organisasi-organisasi lingkungan mencapai lebih dari
300.00 orang.
Namun, dilihat dari sudut lain, dapat
dikatakan bahwa memang gerakan seperti gerakan lingkungandalam
arti yang aktif, vokal, merakyat, dan
berpengaruhtidak ada sebelum Silent Spring terbit.
Bahkan sampai dengan tahun 1959, seorang pembicara pada
North American Wildlife Conference masih berpendapat
bahwa "kesadaran lingkungan" tidak akan pernah
tumbuh pada mayoritas penduduk Amerika; tiga dekade
kemudian suatu pengumpulan pendapat menunjukkan bahwa 80
persen rakyat Amerika mendukung tujuan organisasi
lingkungan. Recenderungan sekarang terlihat sebagai suatu
pasang naik; organisasi-organisasi lama mulai mengambil
cara-cara baru dalam bergerak dan beroperasi, sementara
organisasi baru bermunculan di mana-mana; lahir suatu
kesadaran dan pemahaman baru. Pangeran Phillip dari
Inggris, yang sudah sejak lama menjadi pemerhati masalah
lingkungan menyebut kecenderungan ini
sebagai"revolusi lingkungan".
Tentu saja revolusi seperti itu tidak
mungkin timbul hanya karena pengaruh sebuah buku.
Kekuatan-kekuatan di belakang gerakan lingkungan adalah
bermacam-macam dan kompleks. Lima belas tahun setelah PD
II Amerika mulai memandang dengan kagum munculnya suatu
"masyarakat makmur" dan berapa harga yang harus
dibayar untuk itu. Di sekililing masyarakat itu terlihat
buah-buah dari apa yang disebut "revolusi
sintetis", plastik, bahan kimia, pestisida,
detergen, pusat tenaga nuklir, dan semacamnyadan
juga tampak bertebaran daerah atau kawasan pinggiran kota
serta merebaknya gedung-gedung pencakar langit. Sekalipun
demikian tidak muncul ketenangan dan kedamaian serta
kehidupan harmonis seperti yang dijanjikannya. Bukan saja
segmen penduduk (pada umumnya kulit berwarna) yang tidak
tersentuh oleh kemanfaatan kehidupan dalam masyarakat
kelas tinggi yang fleksibelkemenangan John Kennedy
pada tahun 1960 setidak-tidaknya sebagian disebabkan
karena keprihatinan bahwa "seperempat dari anak-anak
Amerika pergi tidur dengan perut lapartapi juga
mereka yang merasakan pelbagai kemanfaatan itu
masih menyimpan suat krisis dengan lapisan masyarakat
yang semakin menegang dan penyakit modern yang disebut
"affluenza"dengan semakin meningkatnya
ketergantungan pada alkohol, obat bius kecenderungan
bunuh diri, kegilaan, dan kekerasan serta perpecahan
keluarga. Yang lebih gawat lagi, bahwa semua kemanfaatan
materi itu tampaknya harus dibayar mahalpenuh
sesaknya kawasan perkotaan, semakin meluasnya kawasan
suburban, polusi udara dan kabut campur asap,
sungai-sungai yang dibendung penyakit kanker dan abu
radioaktif yang berasal dari peledakan nuklir (suatu
harga yang semakin sering masuk tayangan televisi ke
seluruh negeri)dan semua itu berlangsung makin gila
saja (ini disebut "future shock") yang
tampaknya sudah di luar pengawasan yang efektif baik oleh
organisasi bisnis sendiri yang mengambil keuntungan
darinya, maupun oleh pemerintah yang seharusnya
mengaturnya. Ringkasnya, ketidak senangan keterpisahan,
dan konflik-konflik yang menjadi masalah pada tahun
1960-an, semakin merebak.
Pada saat yang sama, suasana "boom
materi" pasca perang telah menghasilkan semakin
tingginya jumlah tamatan universitas karyawan kelas
menengah yang tumbuh cepat menempati kawasan pinggiran
kota agar mereka dapat lagi mendengarkan kicau burung di
pagi hari dan menatap bintang di malam hari. Mereka ini
menginginkandan dapat membiayaiapa yang
disebut oleh para ahli sosiologi "kualitas
hidup" dan bukan "standar hidup" dalam
arti tradisional: tambahan-tambahan yang membuat hidup
lebih nikmat setelah kebutuhan pokok, termasuk waktu
senggang hiburan di luar rumah, air dan udara yang
bersih, keamanan dan kesehatan pribadi dan kebutuhan yang
lebih besar akan lingkungan yang alami, setidak-tidaknya
menyerupai taman, kawasan hutan lindung, kebun raya, dan
jalan raya berpemandangan.
Dengan demikian, ketika Silent
Spring muncul, ternyata para pembaca sudah siap dan
dengan demikian siap pula dasar dan motivasi untuk
gerakan lingkungan. Bahwa pembaca atau pemerhati
lingkungan terus bertambah jumlahnya dalam masa 30 tahun
berikut, memang tidak dapat diramalkan, apalagi kalau
melihat sedemikian banyak masalah sosial yang menarik
perhatian masyarakat Amerika pada suatu ketika dan dengan
cepat hilang atau dilupakan. Akan tetapi gerakan
lingkungan, yang dalam waktu singkat menjadi terkenal,
tidak hanya berlangsung selama Silent Spring hangat
dibaca orang dan selama masalah ancaman DDT dibahas oleh
pelbagai kalangan, tetapi berkelanjutan terus memperluas
cakupannya, meningkatkan keprihatinannya, juga semakin
banyak jumlahnya, dengan berlalunya tahun demi tahun,
dengan munculnya malapetaka-malapetaka lingkungan. Pada
saat ini, setelah tiga puluh tahun, gerakan lingkungan
telah menjadi faktor yang sangat menentukan dalam segala
hal, mulai dari kampanye politik sampai agenda rapat
legislatif, membentuk nilai tambah atau kode etik bagi
pemasaran barang dimasukkannya dalam kurikulum sekolah;
singkatnya, masalah lingkungan telah menjadi bagian
permanen dalam kehidupan Amerika. Apa pun yang membentuk
gerakan lingkungan dalam dekade berikut, ataupun abad
mendatang gerakan selama 30 tahun terakhir ini telah
mengubah kesadaran dan sikap orang Amerika sedalam
perubahan akibat kesadaran terhadap masalah perbudakan
pada abad ke-l9. Jarang sekali ada suatu gerakan yang
dalam tempo sesingkat itu memperoleh dukungan luas
masyarakat, dan memberikan dampak regulatoris dan
legislatif, menghasilkan sedemikian banyak organisasi
aktif, atau menjadi terpatri dalam suatu kebudayaan:
benar-benar suatu REVOLUSI HIJAU!
Buku ini merupakan kisah dari tiga
dasawarsa gerakan-gerakan lingkungan di Amerilca Serikat:
faktor-faktor yang menyebabkan kemunculannya,
kampanye-kampanye yang dilakukan, jatuh bangunnya, lawan
dan kawannya, serta kegagalan dan, keberhasilannya. Tiga
dasawarsa ini dapat kita bagi menjadi empa periode yang
saling berkaitan:
Periode pertama, berlangsung dari tahun
1962 sampai dengan Hari Bumi yang pertama pada tahun
1970, yakni ketika gerakan lingkungan pada awalnya
dipaksa masuk dalam agenda nasional, dan dengan demikian
mengubah keprihatinan tradisionalnya terhadap wilayah
hutan belantara ke fokus yang baru mengenai ancaman
terhadap pemukiman manusia.
Periode kedua, berlangsung selama
dasawarsa 1970-an sampai masa kepresidenan Reagan, saat
pemerintahan Washington menjadi panglima medan perang dan
pelopor utama pembaruan hukum, yang diarahkan oleh suatu
persepsi baru mengenai hari kiamat yang sedang mendekat,
dan umat manusia sebagai makhluk yang terancam di buminya
sendiri.
Periode ketiga, tahun-tahun saat Reagan
memberikan tanggapan, yakni ketika gerakan lingkungan
dibagi menjadi tendensi yang semakin profesional, dan
kelompok akar-rumput, kelompok bawah yang semakin
radikal, yang ditandai oleh semakin tingginya pemahaman
akan bumi yang terancam ini.
Periode keempat, masa pemerintahan
Presiden Bush, ketika gerakan-gerakan lingkungan semakin
matang baik dalam metode dan aksi serta tumbuh dengan
semakin banyak anggota dan semakin banyak pula dananya,
dan dengan semakin gigihnya perlawanan dan juga semakin
getirnya frustrasi di hadapan kesadaran akan tekanan dan
krisis pada biosfer dari satu-satunya planet yang berisi
kehidupan di seluruh alam semesta ini.
Tiga dasawarsa dalam eksperimen yang
luar biasa, unik dalam dunia yang modern ini, umat
manusia harus berupaya menjadi nakhoda yang berhasil
dalam mengemudikan bahtera suci, planet bumi.
* Sudah diterbitkan
dalam edisi bahasa Indonesia oleh Yayasan Obor Indonesia,
Jakarta 1990, dengan judul Musim Bunga yang Bisu,
(redaksi.)
| |
|
| |
Judul
asli:
The Green Revolution: The American Environmental
Movement, 1962-1992
By Kirkpatrick Sale, originally published in the
United States by Hill and Wang, New York
Penerjemah: Natheos Naller
Hak penerbitan dalam edisi bahasa Indonesia pada
yayasan Obor Indonesia (Anggota IKAPI) Bandung,
1996.
|
|
|