REVOLUSI PENGENDALIAN EMISI Dua pulah tahun yang lalu alat konversi berkatalis belum ada di pasaran. Bahkan saat pertama kali para pemimpin di A.S. mengusulkan standar emisi yang menyebabkan kemajuan mereka, president General Motor, pembnat kendaraan bermotor terbesar di dunia, berkata, "Sepanjang pengetahuan kami, tujuan ini secara teknologis tidak bakal tercapai." Namun sejak akhir tahun 1980-an, boleh dikata setiap sedan, mobil wagon, pikup, dan trak baru yang terjual di A.S. dilengkapi dengan alat konversi berkatalis, sehingga pengurangan emisi senyawa-senyawa organik dan karbon monoksida yang mudah menguap sampai 85 persen, dan oksida nitrogen sampai 60 persen dari umur mobil menjadi mungkin. Pemakaian secara luas pengendalian emisi yang canggih itu untuk mobil dan truk pada 1980-an dimulai oleh Amerika Serikat dan Jepang sendiri sebagai dua negara yang mempunyai program pengendalian polusi paling maju untuk mobil. Namun pada 1993, terjadi pembalikan 180 derajat; setiap kelompok besar negara (meskipun tidak setiap negara dalam kelompok itu) telah menerapkan pengendalian atas knalpot termasuk beberapa negara bekas UniSoviet. Perkembangan pesat alat pengendali model A.S. dimulai di Eropa Barat ketika Jerman, Swis, Austria dan Swedia cemas melihat meningkatnya kerusakan lingkungan akibat polusi udara. Jerman mulai mengusulkan diterapkannya standar yang lebih ketat di Pasar Bersama Eropa, sedang ketiga negara lainnya---semua bukan anggota Masyarakat Ekonomi Eropa---menegaskan bahwa mereka akan secara sepihak menetapkan pengendalian polusi dengan katalis. Gabungan tekanan dari dalam dan luar negeri memuncak pada suatu keputusan tahun 1989 yang mewajibkan pemakaian standar A.S. pada semua mobil di Pasar Bersama, dimulai dengan mobil model tahun 1992. Perubahan ini tidak terjadi begitu saja, karena pada 1988 jumlah mobil di selurah dunia pertama kali melampaui 400 juta dalam sejarah. Sementara pertumbuhan terjadi paling pesat di berbagai kawasan Asia yang mulai berindustrializasi, target penjualan mobil baru juga sudah ditetaplan, bahkan di kawasan yang sudah sangat maju seperti Eropa Barat. Termasuk kendaraan niaga, jumlah kendaraan di jalan-jalan mencapai 500 juta pada 1989---peningkatan sepuluh kali lipat sejak 1950. Tampaknya tidak ada tanda-tanda akan berakhirnya pertumbuhan luar biasa pada jumlah sedan dan truk. Penduduk dunia diperkirakan akan berlipat dua pada tahun 2000 dibandingkan tahun 1960, didorong oleh peningkatan lipat dua di Asia dan 150 persen di Amerika Latin. Sementara polusi udara makin merajalela di kota-kota besar negara berkembang, negara seperti Meksiko, Brasil dan Taiwan sudah meneraphan pengendali polusi berkatalis. Maka pada akhir dasawarsa ini, negara-negara di seluruh dunia sudah akan menerapkannya pula: Jepang, Taiwan dan Korea Selatan di Asia; Brasil di Amerika Selatan; dan negara-negara Pasar Bersama plus Austria, Swedia, Swis di Eropa Barat. Sekarang, empat dari setiap lima mobil baru memenahi standar berdasarkan katalis modern atau sejenisnya. Sementara itu, di California, setelah dengar pendapat berlarut-larut, pemerintah negara bagian pada 1991 menetaplan suatu persyaratan penjualan "Kendaraan Beremisi Nol " (ZEV) dimulai dengan model tahun 1989. ZEVsekedar suatu bagian dari suatu matriks rumit standar-standar yang makin ketat yang akan diterapkan secara bertahap. ZEV pertama harus sudah beredar di jalan pada 1998, yang jumlahnya harus mencapai 2 persen dari penjualan mobil baru, meningkat menjadi 10 persen pada tahun 2003. Gerakan untuk mencegah polusi dari mesin diesel, yang tanpa pengendali emisi akan memancarkan 30 sampai 70 kali benda partikulat dibanding mesin bensin yang dilengkapi alat konversi berkatalis, juga sudah mulai mendapat momentum. Sampai belakangan ini, mesin diesel boleh dikata tidak diatur di seluruh dunia, tapi standar baru yang dipakai di A.S. dan Eropa telah merangsang perkembangan teknologi yang menjanjikan peningkatan perbaikan emisi diesel secara besar-besaran. Perangkap, atau alat untuk menangkap jelaga diesel untuk dihancurkan, telah dikembangkan, begitu juga alat konversi berkatalis yang sudah dimodifikasi secara khusus. Di Jepang, pemerintah tengah mengatur bahan bakar serta mesin, menerapkan apa yang selama ini digambarkan sebagai persyaratan mutu bahan bakar terketat di dunia. Hanya standar yang makin ketat saja yang memungkinkan polusi mobil dapat dikendalikan karena jumlah kendaraan di jalan-jalan---dan paling penting panjang jarak yang ditempah---meningkat pesat. Bagaimana nantinya masih belum jelas. Tak pelak emisi knalpot harus mulai mendekati nol atau pertumbuhan harus dikendalikan, atau kedua-keduanya, jika kota-kota besar ingin mempunyai udara yang sehat untuk dihirup. |
Hidrokarbon. Zat ini kadang-kadang disebut sebagai senyawa organik yang mudah menguap ("volatile organic compounds/VOC"), dan juga sebagai gas organic reaktif ("reactive organic gases/ROG"). Hidrokarbon merupakan uap bensin yang tidak terbakar dan produk samping dari pembakaran tak sempurna. Jenis-jenis hidrokarbon lain, yang sebagian menyebabkan leukemia, kanker, atau penyakit-penyakit serius lain, berbentuk cairan untuk cuci-kering pakaian sampai zat penghilang lemak untuk industri.
Laju Pelaksanaan untuk Kendaraan Beremisi Nol atau Mendekati Nol (TLEV, LEV, ULEV dan ZEV)
Bagan di bawah menunjukkan laju yang harus diterapkan pabrik mobil dalam memulai penjualan kendaraan baru yang kurang berpolusi sebagaimana disyaratkan oleh California dengan menggunakan emisi hidrokarbon sebagai contoh. Misalnya, pada 1998; 48 persen penjualan mobil baru harus memenuhi suatu batas emisi sebesar 0,25 gram per kilometer; 48 persen lagi harus memenuhi standar kendaraan beremisi rendah (LEV) setinggi 0,075 gram per kilometer; 2 persen harus memenuhi standar kendaraan beremisi ultra rendah (ULEV) setinggi 0,040; dan 2 persen lagi harus berupa kendaraan beremisi nol (ZEV). Rata-rata bagi semua mobil adalah 0,115 gram per kilometer.
| Model Tahun |
0,39 |
0,25 |
TLEV 0,125 |
LEV 0,075 |
ULEV 0,040 |
ZEV 0,00 |
Standar Rata-Rata Mobil |
| 1994 | 10% | 80% | 10% | 0,250 | |||
| 1995 | 85% | 15% | 0,231 | ||||
| 1996 | 89% | 20% | 0,225 | ||||
| 1997 | 73% | 2% | 25% | 0,202 | |||
| 1998 | 48% | 2% | 48% | 2% | 0,157 | ||
| 1999 | 23% | 2% | 73% | 2% | 0,113 | ||
| 2000 | 2% | 96% | 2% | 0,073 | |||
| 2001 | 5% | 90% | 5% | 0,070 | |||
| 2002 | 10% | 85% | 5% | 0,068 | |||
| 2003 | 15% | 75% | 10% | 0,062 |
Ozon atau Asap Kabut Fotokimiawi. Ozon, terdiri dari beratus-ratus zat kimiawi yang terdapat dalam asap kabut, terbentuk ketika hidrokarbon pekat di perkotaan bereaksi dengan oksida nitrogen. Tetapi, karena salah satu zat kimiawi itu, yaitu ozon, adalah yang paling dominan, pemerintah menggunakannya sebagai tolok ukur untuk menetapkan konsentrasi oksidan secara umum. Ozon merupakan zat oksidan yang begitu kuat (selain klor) sehingga beberapa kota menggunakannya sebagai disinfektan pasokan air minum. Banyak ilmuwan menganggapnya sebagai polutan udara yang paling beracun; begitu berbahayanya sehingga pada eksperimen laboratorium untuk menguji dampak ozon, satu dari setiap sepuluh sukarelawan harus dipindahkan dari bilik pajanan yang digunakan dalam eksperimen itu karena gangguan pernapasan. Pada hewan percobaan laboratorium, ozon menyebabkan luka dan kerusakan sel yang mirip dengan yang diderita para perokok. Karena emisi oksida nitrogen dan hidrokarbon semakin meningkat, tingkat ozon bahkan di pedesaan telah berlipat dua, dan kini mendekati tingkat membahayakan bagi banyak spesies.
Timah. Logam berwarna kelabu keperakan yang amat beracun dalam setiap bentuknya ini merupakan ancaman yang amat berbahaya bagi anak di bawah usia 6 tahun, yang biasanya mereka telan dalam bentuk serpihan cat pada dinding rumah. Logam berat ini merusak kecerdasan, menghambat pertumbuhan, mengurangi kemampuan untuk mendengar dan memahami bahasa, dan menghilangkan konsentrasi. Bahkan pajanan dengan tingkat yang amat rendah sekalipun tampaknya selalu diasosiasikan dengan rendahnya kecerdasan. Karena sumber utama timah adalah asap kendaraan berbahan bakar bensin yang mengandung timah, maka polutan ini dapat ditemui di mana ada mobil, truk, dan bus. Bahkan di negara-negara yang telah berhasil menghapuskan penggunaan bensin yang mengandung timah, debu di udara tetap tercemar karena penggunaan bahan bakar ini selama puluhan tahun. Di Kota Meksiko City, misalnya, tujuh dari 10 bayi yang baru lahir memiliki kadar timah dalam darah lebih tinggi daripada standar yang diizinkan WHO.
Di samping timah, banyak sekali zat beracun lain menambah beban kandungan polutan di daerah perkotaan. Zat-zat ini mulai dari asbes dan logam berat (seperti kadmium, arsenik, mangan, nikel dan zink) sampai bermacam-macam senyawa organik (seperti benzene dan hidrokarbon lain dan aldehida). Perusahaan-perusahaan di AS mengeluarkan sedikitnya 1,2 juta metrik ton zat beracun ke udara pada tahun 1987. Badan Perlindungan Lingkungan AS memperkirakan bahwa pajanan terhadap polutan-polutan tersebut mengakibatkan antara 1.700 sampai 2.700 jenis kanker per tahun.
![]() |
Seri
Makalah Hijau Redaktur: Howard Cincotta Penerjemah: Tim Penerjemah IKIP Malang |
Home Page Kedutaan AS
Pusat
Informasi Kedutaan AS | Informasi
Visa | American
Citizen Services
Link ke situs Internet yang bukan milik pemerintah Amerika bukan berarti bahwa pemerintah Amerika menyetujui sudut pandang organisasi tersebut.
Home page ini dibuat dan dipelihara oleh Pusat Informasi Kedutaan Amerika, pusat informasi terlengkap untuk kebijakan luar negeri Amerika, dengan akses ke sumber-sumber informasi cetak dan elektronik yang sangat beraneka ragam.