HOME PAGE BAHASA INDONESIA

Makalah Hijau

Green Paper Series

Mutu Udara Kota

Daftar Isi

*Keberhasilan yang tidak Tampak
Sumber Pencemaran Udara
Bahan Pencemaran Udara Khusus
*Program Pengendalian Polusi
*Cara Lain Menangani Polusi Akibat Kendaraan Bermotor
Pengelolaan Permintaan
*Kesimpulan
Kamus Istilah
Daftar Pustaka

Kesimpulan

Dua puluh lima tahun yang lalu orang akan tertawa jika mendengar usulan untuk mengurangi pencemaran udara dengan cara mengatur mesin cuci atau bola lampu. Tetapi ledakan pertumbuhan penduduk dan pencemaran tidak memberikan banyak pilihan pada pemerintah, terutama pemerintah kota. Akibat yang terjadi adalah ledakan teknologi baru: mobil, pabrik pembangkit tenaga, cat dengan pencemaran udara nol atau hampir nol, dan bola lampu, mesin cuci, serta alat pemotong rumput yang juga hampir tidak menimbulkan pencemaran udara. Sejumlah teknologi lingkungan mutakhir kini menjadi semakin lazim sehingga kita hampir tidak menganggapnya sebagai teknologi baru lagi. Kapan semua itu akan berakhir tidak dapat diramalkan. Sesungguhnyalah, revolusi industri baru ini mungkin, seperti pencemaran udara dan hal-hal yang menimbulkannya, akan berhenti hanya bila industri itu sendiri berhenti. Dan itu mungkin tidak akan pernah terjadi.

KAMUS ISTILAH

Hujan asam: Beberapa jenis polutan, terutama oksida sulfur dan nitrogen, oleh waktu dan cahaya matahari diubah menjadi senyawa-senyawa yang bereaksi dengan air di udara dan membentuk asam. Polutan-polutan ini, yang sering disebut "hujan asam", juga mencakup salju, kabut dan uap air, serta senyawa-senyawa kering yang bereaksi di permukaan daun atau tanah. Asam-masam ini tidak hanya meracuni danau dan sungai, membunuh ikan dan binatang-binatang lain, tetapi juga mengikis logam dan cat, dan benar-benar melarutkan bangunan batu dan tugu (lihat sulfur dioksida) .

Karbon Dioksida (CO2 ): Gas yang terbentuk ketika bahan bakar yang kaya akan kandungan karbon ini, seperti batu bara atau minyak, terbakar adalah pencemar udara tak berwarna dan tak berasa, dan merupakan salah satu jenis gas "rumah kaca". Disebut demikian karena gas-gas ini memerangkap panas bumi seperti jendela-jendela kaca di sebuah rumah kaca.

Karbon Monoksida (CO): Ketika bahan bakar yang kaya karbon (seperti batubara dan minyak) terbakar tak sempurna, hasilnya adalah gas tak berwarna dan tak berasa yang dikenal sebagai karbon monoksida. Dalam konsentrasi tinggi karbon monoksida membunuh ribuan orang tiap tahun, sedangkan tingkat yang lebih rendah yang ditemukan di perkotaan dapat memperparah penyakit angina suatu kondisi penyakit jantung dan menimbulkan penyakit-penyakit lain. Kendaraan bermotor merupakan penyebab sekitar 80 persen karbon monoksida.

Hidrokarbon (HC): Walaupun ada berbagai nama untuk polutan ini, mulai dari "gas organik reaktif" sampai "senyawa organik yang mudah menguap", tetapi semua nama tersebut mengacu pada ribuan polutan yang terdapat dalam bensin yang tak terbakar, cairan pencuci kering, zat pelarut untuk industri, dan berbagai jenis kombinasi lain dari hidrogen dengan karbon. Banyak jenis hidrokarbon berbahaya secara sendiri-sendiri: benzene, suatu konstituen dari gasolin, misalnya, dapat menimbulkan leukemia. Jenis-jenis lain bereaksi dengan oksida-oksida nitrogen dalam cahaya matahari, dan menimbulkan asap kabut atau "ozon", (lihat ozon).

Timah (Pb): Logam bewarna kelabu keperakan ini sangat dikenal oleh setiap orang yang pernah memasang pemberat tali pancing. Logam ini sangat beracun dalam setiap bentuknya dan sama sekali tidak memiliki nilai gizi apapun. Beberapa pakar yakin bahwa penggunaan timah secara ekstensif sebagai bahan pengawet anggur (minuman) di zaman Romawi Kuno mengakibatkan kemunduran mental yang meluas, dan merupakan salah satu faktor penyebab keruntuhan kerajaan tersebut. Di samping penggunaannya dalam tempat-tempat seperti peleburan bijih, pencemaran timah modern paling sering diakibatkan oleh penggunaannya sebagai "Ethyl" atau zat aditif gasolin lain.

Oksida-oksida Nitrogen (N0x): Jika batu bara, minyak, gas bahkan korek api terbakar di atmosfer, panasnya memicu suatu reaksi kimia yang menyebabkan nitrogen dan oksigen yang ada bergabung satu sama lain, dan membentuk berbagai populan coklat kemerahan yang disebut oksida-oksida nitrogen. Walaupun beberapa jenis oksida nitrogen ditimbulkan oleh nitrogen di dalam bahan bakar itu sendiri, namun sebagian besar bersifat "termal". Gas-gas ini menyebabkan kerusakan saluran pernapasan, terutama pada anak-anak. Oksida nitrogen juga berubah menjadi partikel-partikel nitrat teramat kecil yang dapat mencapai bagian terdalam paru-paru. Jika tercampur dengan air, baik di udara maupun di paru-paru. Nitrat-nitrat ini membentuk azam (lihat juga hujan asam di partikulat).

Ozon (03 ): oksigen dapat ditemukan dalam dua bentuk, dan ozon adalah salah satunya. Senyawa oksigen yang melestarikan kehidupan yang paling lazim ditemukan adalah molekul dwi-atom yang menyusun kurang lebih 20 persen udara sekitar. Namun di lapisan stratosfer tinggi, suatu lapisan senyawa oksigen tri-atom, ozon, menghambat radiasi ledakan termonuklir matahari yang mengalir menuju ke bumi. Ozon juga ditemukan dekat permukaan tanah, sebagian karena reaksi antara dua polutan yang umum, yaitu oksida nitrogen dan hidrokarbon. Sebagai polutan udara yang sangat berbahaya, ozon merupakan oksidan yang sangat kuat sehingga digunakan di banyak kota (misalnya Los Angeles, California dan Zurich, Swis) untuk mendisinfektasi pasokan air minum. Kumpulan polutan udara yang dijumpai di banyak kota ini sering disebut secara kolektif (dan salah) sebagai ozon, karena zat itulah yang paling dominan dan paling mudah diukur.

Benda Partikulat (PM): Asap dan jelaga disebut benda partikulat, tetapi bentuk yang paling berbahaya dari benda padat ini adalah partikel-partikel amat kecil dan halus yang dapat menembus ke dalam paru-paru yang hanya dilindungi oleh dinding tipis setebal molekul. Sering disebut sebagai PM 10 karena benda partikulat tersebut lebih kecil daripada 10 mikron, kebanyakan partikel halus itu berasal dari senyawa sulfur dan nitrogen yang dalam selang waktu beberapa jam atau beberapa hari berubah dari gas menjadi padat.

Sulfur Dioksida (S02 ): Zat ini terbentuk ketika sulfur bubuk bewarna kuning keemasan yang terdapat di batubara dan minyak terbakar. Sulfur dioksida adalah gas tak terlihat yang berbau amat tajam dan menyerang sistem pernafasan manusia, serta dapat membunuh penderita asma. Setelah berjam-jam atau berhari-hari tercampur di udara, sulfur dioksida ini membentuk partikel amat halus yang disebut sulfat, yang dapat menembus bagian terdalam dari paru-paru. Sulfat kemudian bereaksi dengan air di awan atau di dalam paru-paru untuk membentuk asam belerang, yang sering disebut hujan asam.

DAFTAR PUSTAKA

A Look Ahead: Year 2020: Proceedings of the Conference on Long-Range Trends for the Nation's Highway and Public Transit Systems. Washington, D.C.: Transportation Research Board, 1988.

Anderson, Evert. "Trains of Tomorrow," presented at Global Survival: Sustainable Development in the Networking World. Stockholm: Swedish Royal Institute of Technology, August 9-10, 1993.

Bates, D. V. and R. Sizto. "A Study of Hospital Admissions and Air Pollutants in Southern Ontario," Aerosols. S.D. Lee, et. al., eds. Chelsea: Lewis Publishers, 1986.

Blodgett, John. Health Benefits of Air Pollution Control: A Discussion. Washington, D.C.: Congressional Research Service, Library of Congress, February 27, 1989.

Cogan, Douglas. The Greenhouse Gambit: Industry Response to Climate Change. Washington, D.C.: Investor Responsibility Research Center, Inc., 1991.

Congress of the United States. Office of Technology Assessment. Acid Rain and Transported Air Pollutants: Implications for Public Policy. Washington, D.C.: U.S. Government Printing Office, 1985.

Congress of the United States. Office of Technology Assessment. Catching Our Breath: Next Steps for Reducing Urban Ozone. Washington, D.C.: U.S. Government Printing Office, July 1989.

Economic Commission for Europe. National Strategies and Policies for Air Pollution Abatement. New York: United Nations, 1987.

Enquete Commission of the German Bundestag. Protecting the Earth's Atmosphere, ed. & transl. into English by Wolfgang Fehlberg and Monica Ulloa-Fehlberg. - Bonn: Economica Verl.; Karlsruhe: Miiller, 1992; Dt. Ausg. u.d.T.: Klimaanderung gefahrdet globale Entwicklung. Economica Verl.

Environmental Economics Associates. "The Environmental Industry in the United States." Washington, D.C.: U.S. Environmental Protection Agency, January 1991.

Environmental Protection in the Industrial Sector in Japan. Tokyo: Industrial Pollution Control Association of Japan, 1983.

Japan's Industries Work for Conservation of Global Environment. Tokyo: Keidanren, 1992.

Moore, Curtis and Alan S. Miller. Green Gold: Japan, Germany, the United States and the Race for Environmental Technology. Boston: Beacon Press, 1994.

Sand, Peter. "Air Pollution In Europe: International Policy Responses," Environment (v. 29, no. 10). December 1987.

Schneider, Tonny, et al., eds. Atmospheric Ozone Research and Its Policy Implications: Proceedings of the 3d U.S.-Dutch International Symposium. New York: Elsevier, 1989.

The Economist. "Singapore's Green Crusade - Cleaning the Neighbours," February 1, 1992.

Weidner, Heimut. Air Pollution Control Strategies and Policies in the Federal Republic of Germany: Laws, Regulations, Implementation and Principal Shortcomings. Berlin: 95 Edition Sigma Bohn, 1986.

Wetstone, Gregory S. and Armin Rosencranz. Acid Rain in Europe and North America: National Responses to an International Problem. Washington,D.C.: Environmental Law Institute, 1983.

World Resources Institute. Car Trouble: How New Technology, Clean Fuels and Creative Thinking Can Revive the Auto Industry and Save Our Cities from Smog and Gridlock. Boston: Beacon Press, 1993.

World Resources Institute. World Resources 1992-93. New York: Oxford Union Press, 1992-93. New York: Oxford Union Press, 1992.

KONTAK

California Air Resources Board Public Information Office P.O. Box 2815 Sacramento, CA 95814 Tel: 916-322-2990 Fax: 916-445-5025

Northeast States for Coordinated Air Use Management 85 Merrimac Street Boston, MA 02114 Tel: 617-367-8540 Fax: 617-742-9162

Office of Technology Assessment Press Office U.S. Congress Washington, D.C. 20510 Tel: 202-228-6204 Fax: 202-228-6218

Press Office Palacio 29 De Marco Centro Civico 80530 Curitiba, Parana Brazil Tel: 55-41-321-8399 Fax: 55-41-254-6033

South Coast Air Quality Management District Public Information Center 21865 East Copley Drive Diamond Bar, CA 91765-4182 Tel: 909-396-3600 Fax: 909-396-3335

State and Territorial Air Pollution Program Administrators 444 North Capitol Street Suite 307 Washington, D.C. 20001 Tel: 202-624-7864 Fax: 202-624-7863

Umweltbundesamt Bismarckplatz 1 14193 Berlin Germany Tel: 4930-89030 Fax: 4930-89032285

U. S. Environmental Protection Agency Office of Air and Radiation 401 M Street, S.W. Washington, D.C. 20460 Tel: 202-260-7400 Fax: 202-260-5155

Daftar Isi

 
 
     
***   Seri Makalah Hijau
Redaktur: Howard Cincotta
Penerjemah: Tim Penerjemah IKIP Malang
 

 

Home Page Kedutaan AS
Pusat Informasi Kedutaan AS | Informasi Visa | American Citizen Services

Ke atas | Umpan balik

Link ke situs Internet yang bukan milik pemerintah Amerika bukan berarti bahwa pemerintah Amerika menyetujui sudut pandang organisasi tersebut.

Home page ini dibuat dan dipelihara oleh Pusat Informasi Kedutaan Amerika, pusat informasi terlengkap untuk kebijakan luar negeri Amerika, dengan akses ke sumber-sumber informasi cetak dan elektronik yang sangat beraneka ragam.